MAKASSAR,REDAKSI17.COM – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (11/2/2026), tidak dihadiri Sekretaris Jenderal PPP, Taj Yasin Maimoen.
Wakil Gubernur Jawa Tengah itu absen tanpa penjelasan resmi.
Dalam agenda pembukaan, posisinya diwakili Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Jabbar Idris.
Ketidakhadiran Taj Yasin memunculkan spekulasi terkait dinamika internal partai berlambang Ka’bah tersebut, termasuk isu adanya kembali perpecahan di tubuh PPP.
Namun, Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, membantah anggapan tersebut.
Ia menegaskan tidak ada perpecahan, melainkan perbedaan pendapat yang wajar dalam kehidupan demokrasi.
“Demokrasi itu memang kita mengadu ide dan gagasan yang berbeda, kemudian kita perdebatkan, lalu menjadi keputusan. Itulah yang menjadi sebuah kekuatan,” ujar Mardiono.
Mardiono mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan ketidakhadiran Taj Yasin dalam forum tersebut.
“Beliau kan sebagai Wakil Gubernur, mungkin sedang menjalankan tugas-tugas daerah,” katanya.
Meski demikian, Mardiono memastikan pelaksanaan Mukernas tetap sah secara organisasi meskipun tidak dihadiri salah satu pengurus inti partai.
“Di dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga kita itu sudah mengatur semua. Tidak berarti tidak dihadiri satu kepengurusan itu menjadi tidak sah,” tegasnya.
Mardiono secara resmi membuka Mukernas I PPP yang digelar di Hotel Claro, Makassar.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Wakil Sekretaris Jenderal PPP Jabbar Idris serta Bendahara Umum PPP yang juga Ketua Panitia Mukernas, Imam Fauzan Uskara.
Selain itu, pembukaan Mukernas dihadiri jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), ketua dan sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Adapun forum inti Mukernas hanya diikuti oleh pengurus DPP dan DPW PPP se-Indonesia.
Dalam arahannya, Mardiono mengajak seluruh kader untuk menjaga soliditas dan memperkuat konsolidasi partai.
Ia menargetkan PPP kembali memiliki wakil di DPR RI atau kembali ke Senayan pada Pemilu 2029.
“Kita target bisa mengembalikan suara seperti tahun 2014,” ucapnya. (*)





