Home / Politik / Masifkan Ketahanan Keluarga, PKS Adakan Konsolidasi Nasional dan TFT Sekolah Keluarga Indonesia

Masifkan Ketahanan Keluarga, PKS Adakan Konsolidasi Nasional dan TFT Sekolah Keluarga Indonesia

    

JAKARTA,REDAKSI17.COM — Sebanyak 616 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti Konsolidasi Nasional Ketahanan Keluarga yang diikuti oleh pengurus Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW dan DPD PKS se-Indonesia. Secara khusus acara ini diadakan oleh Departemen Ketahanan Keluarga Bipeka DPP PKS.

Konsolidasi Nasional sekaligus TFT Sekolah Keluarga Indonesia ini bertema “Menguatkan Peran Bipeka PKS Untuk Indonesia Maju dan Sejahtera”. Tema ini mencerminkan upaya serius PKS untuk mengoptimalkan edukasi ketahanan keluarga di masyarakat melalui Sekolah Keluarga Indonesia. Acara ini digelar pada Rabu (11/2/2026).

Eko Yuliarti Siroj, Ketua Bipeka DPP PKS dalam sambutannya menekankan pentingnya memperluas langkah karena kondisi keluarga Indonesia tidak sedang baik baik saja.

“Pengarusutamaan Keluarga diharapkan tidak cukup hanya menjadi pemahaman, namun harus diikuti dengan agenda aksi. Dan aksi yang ditetapkan Bipeka adalah program Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Progran ini bukan program baru. Tapi telah dimulai oleh para pendahulu kita. Jangan pernah lupa dengan peran pendahulu kita di Bidang Perempuan dan Keluarga,” tuturnya.

Eko juga mendorong agar Bipeka membuat titik kegiatan RKI sebanyak-banyaknya dan kontinyu.

“Dengan kegiatan RKI, diharapkan kehadiran PKS semakin dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Inti materi dipaparkan langsung oleh Ketua Departemen Ketahanan Keluarga Bipeka DPP PKS, Sugiyanti. Ia menjelaskan bahwa RKI adalah Program unggulan pertama di PKS pada tahun 2026 ini. Dengan tujuh kegiatan RKI yaitu Sekolah Keluarga Indonesia, Konsultan Keluarga, Forum Ayah, RKI Peduli, Kajian Strategis Keluarga, Pendidikan dan Pelatihan Perempuan, serta Forum Tokoh Keluarga, diharapkan RKI berkontribusi meningkatkan Ketahanan Keluarga di Indonesia.

“Sebagai salah satu kegiatan RKI, Sekolah Keluarga diharapkan mampu memberikan edukasi masif tentang ketahanan keluarga kepada masyarakat Indonesia,” ujar Sugiyanti menutup pemaparannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *