Home / Ekonomi dan Bisnis / Mendag Sebut Alfamart-Indomaret Bisa Pasok Produk ke Kopdes Merah Putih

Mendag Sebut Alfamart-Indomaret Bisa Pasok Produk ke Kopdes Merah Putih

Menteri Perdagangan Budi Santoso.Foto: Aulia Damayanti/detikcom

Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bisa berkolaborasi dengan ritel modern, seperti Alfamart dan Indomaret. Budi mendorong toko ritel modern menjadi pemasok barang bagi Kopdeskel Merah Putih.
Hal ini disampaikan Budi setelah bertemu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Pertemuan itu untuk meminta penjelasan soal pembatasan toko ritel modern.

“Sudah kemarin (bertemu). Jadi koperasi desa yang sudah ada di daerah-daerah itu sebenarnya ingin lebih dekat distribusinya kepada para konsumen yang ada di desa,” ujar Budi saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).

Menurut Budi, hal ini menjadi kesempatan yang bagus untuk bersinergi dengan ritel modern di desa. Toko ritel modern bisa menyalurkan produknya juga melalui Kopdeskel Merah Putih.

“Nah ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minimarket dengan distributor untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa,” tambah Budi.

Menurut Budi, praktik serupa juga pernah dilakukan antara ritel modern dengan toko kelontong. Ia mengatakan, Kopdes Merah Putih ini menjadi praktik kolaborasi antara swasta dengan pemerintah.

“Toko kelontong itu kan banyak disuplai dari retail modern dari para distributor. Koperasi Desa Merah Putih itu sebenarnya mempunyai kelebihan yang sangat bagus yang pertama dia bisa berfungsi sebagai minimarket dengan variasi produk yang lebih banyak,” terang Budi.

Kunci utama perkembangan ritel modern ada pada Pemerintah Daerah (Pemda). Sesuai aturan, izin ritel modern harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW) masing-masing daerah.

Budi berharap Pemda bisa bijak membagi porsi antara ritel modern dan koperasi demi kemakmuran warga lokal. “Karena koperasi desa kan milik desa, sehingga apapun yang dihasilkan untuk kemakmuran masyarakat desa tersebut,” tutur Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *