Jangan kaget jika tabung gas dirumah di goyang seperti ada air didalamnya, Namanya Gas, tapi isinya cair
Gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) atau Elpiji adalah campuran hidrokarbon ringan, terutama propana (C₃H₈) dan butana (C₄H₁₀), yang pada suhu dan tekanan normal berbentuk gas. Dengan menambah tekanan tinggi (dan kadang menurunkan suhu), gas ini diubah menjadi bentuk cair sehingga disebut gas cair. Volume LPG cair jauh lebih kecil dibandingkan saat berbentuk gas (rasio sekitar 250:1), sehingga lebih praktis untuk disimpan dan diangkut dalam tabung logam bertekanan.
Di dalam tabung LPG, sebagian besar isinya (sekitar 80–85%) adalah LPG cair di bagian bawah, sementara ruang atas berisi uap/gas LPG. Tabung tidak diisi penuh agar ada ruang kosong (ullage) untuk mengakomodasi ekspansi volume jika suhu naik dan mencegah tekanan berlebih yang berbahaya. Tekanan di dalam tabung disebut tekanan uap, yang bervariasi tergantung suhu dan komposisi campuran propana-butana.
Saat katup tabung dibuka melalui regulator, tekanan menurun sehingga sebagian LPG cair mendidih dan menguap menjadi gas yang mengalir ke kompor. Selama masih ada cairan di dalam tabung, tekanan relatif stabil. Proses penguapan ini menyerap panas, sehingga tabung sering terasa dingin atau berembun saat digunakan. Ketika cairan habis, tekanan baru turun drastis.
Keuntungan menyimpan LPG dalam bentuk cair adalah efisiensi ruang dan kemudahan distribusi. Namun, LPG sangat mudah terbakar, uapnya lebih berat dari udara, serta berbahaya jika bocor (risiko ledakan atau sesak napas). Gunakan tabung SNI, regulator dan selang yang baik, simpan di tempat teduh berventilasi, serta periksa masa uji tabung secara rutin untuk keselamatan.
Kami penyedia alat kesehatan dan laboratorium skala kecil dan besar,info 087849378899





