Home / Sains dan Teknologi / Mengenal Kawat Kasa di Laboratorium

Mengenal Kawat Kasa di Laboratorium

 

Sebelum ke materi, penulis ingin memberikan informasi jika anda membutuhkan alat laboratorium seperti mikropipet, mikroskop, melting point, rotary evaporator, refractometer, rotarod dan masih banyak lagi anda bisa dapatkan di salah satu distributor alat laboratorium seperti MULTI INDO MEDIKA . Untuk informasi lebih lanjut anda bisa hubungi WhatsApp : 087849378899 

Beberapa dari anda mungkin ada yang pernah menggunakan kawat kasa ? Bahkan mahasiswa kimia atau laboran seringkali menggunakan kawat kasa di laboratorium.  Mari kita masuk ke pembahasan pertama mengenai pengertian kawat kasa.

 

Apa itu Kawat Kasa?

Kawat kasa adalah lembaran logam tipis yang memiliki pola seperti jaring. Kawat kasa ditempatkan pada cincin penyangga yang dipasang pada dudukan retort antara pembakar untuk menopang gelas kimia atau alat laboratorium lainnya yang digunakan selama pemanasan.  Selain itu, kawat kasa ,merupakan bagian penting dari alat pendukung di laboratorium karena alat yang berbahan kaca tidak dapat dipanaskan secara langsung dengan api pembakar bunsen atau spiritus. Bunsen atau spiritus merupakan sumber pemanas yang dignakan dalam proses pemanasan yang sudah berisi minyak.

Fungsi Kawat Kasa

Di dalam laboratorium, kawat kasa berfungsi sebagai penopang pada pembakar Bunsen atau spiritus. Pemanasan suatu larutan bahan atau sampel biasanya dilakukan menggunakan wadah seperti gelas kimia yang tidak mungkin dipanaskan langsung dengan api karena bisa menyebabkan alat tersebut pecah. Hal ini memerlukan komponen pembantu seperti kawat kasa yang dapat berperan dapat menstabilkan suhu panas pada alat dan melindungi alat dari peristiwa kerusakan seperti pecah.

Alat yang dipanaskan nantinya akan diletakkan pada bagian atas kawat kasa. Penggunaan kawat kasa hampi sama dengan triangle yang berbentuk segitiga untuk menahan dan menopang alat pada saat pemanasan. Namun, penggunaan triangle hanya untuk alat laboratorium yang berukuran kecil. Sedangkan kawat kasa bisa digunakan untuk menopang alat laboratorium yang berfungsi sebagai wadah seperti beaker glass, erlenmeyer, dan alat gelas lainnya.

Bagaimana cara menggunakannya?

 

Kawat kasa digunakan secara bersamaan dengan pembakar Bunsen atau spiritus. Penggunaan kawat kasa hanya diletakkan pada bagian atas kaki tiga yang sudah berdiri diatas spiritus. Kemudian, letakkan wadah atau gelas kimia untuk melakukan proses pemanasan. Kondisi api juga harus diperhatikan karena api yang terlalu besar dapat membakar kawat kasa sehingga dapat terjadi kerusakan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menarik sumbu ke dalam spiritus agar api yang menyala tidak terlalu besar dan suhu pemanasannya menjadi stabil.

Penulis : FR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *