Home / Aneka WarNA / Mengenal Weton Selasa Kliwon

Mengenal Weton Selasa Kliwon

Orang dengan weton Selasa kliwon memiliki sifat khas, mereka memiliki karakter yang dapat dikatakan ekstrim, jika sedang buruk bisa menjadi sangat buruk tetapi jika sedang baik, bisa jadi orang yang sangat luar biasa.

Dalam tradisi Jawa dikenal pepatah “Yen olo babar pisan, yen pinter dadi pujangga sejatine ulama.” Maksudnya, seseorang yang memiliki watak buruk bisa menjadi sangat merugikan atau menyusahkan. Namun jika ia memiliki kecerdasan dan budi pekerti yang baik, ia berpotensi menjadi sosok yang sangat bijak, bahkan mencapai tingkat kebijaksanaan seorang pujangga atau ulama sejati.

Selain itu, orang dengan weton ini juga dikenal sebagai seorang yang memiliki wawasan yang luas, cerdas serta bisa menjadi tempat bertanya bagi orang lain. Mereka sering disebut sebagai tempat ‘sumur si nobo’ atau tempat ilmu. Selasa Kliwon juga dikenal pandai bicara karena pengaruh dari pasaran Kliwonnya.

Orang yang lahir pada weton Selasa Kliwon dikenal memiliki sifat dermawan—mereka tidak segan berbagi dan membantu orang lain. Namun, kemurahan hati itu tidak membuat mereka hidup berlebihan; justru gaya hidupnya cenderung sederhana dan jauh dari sikap boros atau gemar pamer. Di balik karakter positif tersebut, tersimpan pula sisi yang perlu diwaspadai.

Mereka bisa sangat pencemburu, mudah tersulut emosi, dan cenderung keras kepala. Ketika sudah memiliki pendirian, mereka sulit menerima nasihat, dan jika sedang marah, perubahan sikap menjadi tantangan besar karena hatinya sulit dilunakkan. Kombinasi antara kedermawanan dan keteguhan ini menjadikan mereka pribadi yang kuat, namun perlu belajar mengelola emosi agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang di sekitarnya.

Secara garis besar, orang yang lahir pada weton Selasa Kliwon tergolong beruntung dalam hal rezeki. Mereka cenderung mengalami kemapanan finansial yang signifikan, terutama saat memasuki usia 30 tahun—fase yang sering dianggap sebagai puncak kejayaan hidup mereka. Pada masa ini, peluang untuk meraih kesuksesan terbuka lebar, baik dalam karier, usaha, maupun pengaruh sosial.

Namun, keberuntungan tersebut tidak berlangsung selamanya. Setelah melewati usia emas itu, aliran rezeki biasanya mulai melambat atau menurun. Oleh karena itu, sangat bijak jika mereka memanfaatkan masa subur tersebut untuk menabung, berinvestasi, dan merancang masa depan dengan cermat, agar kehidupan di usia senja tetap tenang dan terjaga dari kesulitan ekonomi.

Orang yang lahir pada weton Selasa Kliwon memiliki siklus keberuntungan yang unik, di mana hari Minggu Wage dipercaya sebagai momen puncak energi positif mereka—hari yang cocok untuk memulai hal penting atau mengambil keputusan besar. Sebaliknya, Kamis Legi dianggap sebagai hari yang kurang menguntungkan, sehingga sebaiknya dihindari untuk aktivitas penting karena potensi hambatan lebih besar.

Yang menarik, keberuntungan mereka bisa meningkat drastis jika dikelilingi oleh individu yang lahir pada weton Senin Pahing. Dalam tradisi Jawa, Senin Pahing disebut sebagai “Dewa Penolong” bagi Selasa Kliwon, karena kehadirannya dipercaya membawa keseimbangan, memperkuat rezeki, dan membuka jalan kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan. Kombinasi ini mencerminkan pentingnya harmoni antar-weton dalam membangun kehidupan yang selaras dan penuh berkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *