Malang,REDAKSI17.COM – – Presiden Prabowo Subianto memberikan pidatonya dalam acara Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Indonesia itu mengaku telah mendapat dukungan dari kiai-kiai besar NU.
Sehingga, kata Prabowo, dirinya lebih berani membela rakyat.
“Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah kiai, apalagi ada kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya,” katanya, dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Senin (9/2/2026).
Prabowo melanjutkan, selama 100 tahun terakhir, NU telah membuktikan bahwa sungguh-sungguh menjadi pilar kebesaran Bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan.
Di sisi lain, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan.
Bagi Prabowo, tidak ada bangsa yang kuat dan bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun.
“Karena itu, saya selalu mengajak semua unsur selalu, mari kita bersatu. Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” bebernya.
“Saya hadir di sini saya ingin menyampaikan intinya adalah, terima kasih, Nahdlatul Ulama. Terima kasih, para kiai, para ulama. Terima kasih, seluruh najihin, semuanya keluarga besar Nahdlatul Ulama. Terima kasih atas peran NU menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia,” tegas Prabowo.
Prabowo dalam kesempatan tersebut turut melaporkan kinerjanya.
Pertama ia menyorot soal swasembada beras di Indonesia yang sudah dicapai sejak 31 Desember 2025.
“Cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah Republik Indonesia.”
“Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung, dan Insya Alla dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya. Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Capaian kedua, lanjut Prabowo, pihaknya sudah memberi makan kepada 60 juta Lebih penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari 1,5 tahun.
“Insya Allah sebelum akhir tahun 2026 ini kita akan sampai 82,3 juta yang berhak,” urainya.
Prabowo lalu menyampaikan bertekad meningkatkan lapangan pekerjaan dan industrialisasi di Tanah Air.
Terakhir, ia juga melaporkan akan bangun jutaan rumah murah untuk seluruh rakyat yang membutuhkannya.
“Demikian yang ingin saya laporkan, masih terlalu banyak yang bisa saya laporkan. Tapi, intinya adalah juga saya mau melaporkan di sini di hadapan para ulama, di hadapan keluarga besar NU,” tungkasnya.
Informasi tambahan turut dalam acara tersebut kiai-kiai NU dan pengurus PBNU antara lain:
- Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Kiai Haji Miftachul Akhyar,
- Ketua Majelis Ulama Indonesia sekaligus Wakil Rais Aam PBNU Kiai Haji Anwar Iskandar,
- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Kiai Haji Yahya Cholil Staquf,
- Rais Aam Syuriah Pengurus Wilayah NU Jawa Timur Kiai Haji Anwar Manshur,
- Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saudara Saifullah Yusuf juga dikenal sebagai Gus Ipul sekaligus Menteri Sosial Republik Indonesia;,
- Ketua Majelis Pengusahaan Rakyat Republik Indonesia Saudara Ahmad Muzani,
- Ketua PWNU Jawa Timur Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz,
- Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU Khofifah Indar Purwa Purwawangsa,
- Ketua PP Muslimat NU Sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Saudari Arifatul Khairi Fauzi.





