Tradisi Merti Code berkaitan erat dengan kegiatan perawatan Kali Code yang membelah Kota Jogja. Upacara ini diinisiasikan pada tahun 2000 dan telah menjadi kegiatan tahunan rutin sejak saat itu. Kegiatan dimulai dengan melakukan ruwatan air yang diambil dari tujuh mata air oleh sesepuh desa dan disimpan di enceh patirtan, di mana salah satu mata air berasal dari lereng Gunung Merapi.
Lebih lanjut, enceh kemudian diarak keliling kampung di sekitar Sungai Code bersama pusaka paringan dalem Sultan HB X (Kyai Ranumurti) sambil diiringi oleh bregada-bregada kampung. Air kemudian dibagikan kepada warga pada akhir acara Merti Code sebagai upaya untuk mengajak masyarakat di sekitar sungai untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai tersebut, seperti yang dilansir dari portal resmi berita Pemerintah Kota Jogja.





