Home / Ekonomi dan Bisnis / Mobil Pickup Impor India Sudah DP 30%, Kalau Ditunda Nasibnya Gimana?

Mobil Pickup Impor India Sudah DP 30%, Kalau Ditunda Nasibnya Gimana?

Foto: Dok. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota

Jakarta,REDAKSI17.COM – Mobil pickup impor India ternyata sudah diberikan down payment (DP) alias uang muka. DP yang diberikan sebesar 30% dari total nilai pengadaan 105.000 unit sebesar Rp 24,66 triliun.
Jika dihitung 30% dari Rp 24,66 triliun, maka Agrinas telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 7,39 triliun.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan pembayaran DP dilakukan karena pengadaan bersifat special order.

Joao menjelaskan pabrikan asal India, Mahindra, hanya mampu memasok mobil pickup sebanyak 2.000 unit.

Kemudian dilakukan lobi dan diskusi yang cukup panjang sehingga mereka mau memproduksi mobil sesuai dengan kebutuhan kita.

“Oleh karena itu kami harus memberikan down payment 30% dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli,” terang Joao Yodya Tower, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Saat ini proses pengadaan mobil pickup dari India banyak mendapatkan kritikan dari berbagai pihak. Bahkan DPR meminta untuk menunda impor mobil pickup tersebut.

Ketika ditanya lebih jauh terkait dengan adanya kemungkinan penundaan impor mobil pickup tersebut bakal ada penalti.

Joao menegaskan tidak ada kepikiran penundaan, sehingga mekanisme penalti dari pengadaan ini belum masuk skenarionya.

“Kami dalam melakukan pengadaan tersebut karena kami dengan itikad baik, kami tidak pernah memikirkan penalti pembatalan tersebut tetapi kalau itu sampai hari ini kami tidak memikirkan. Saya pikir bahwa kita optimis dan saya yakin bahwa apa yang kita lakukan in good faith pasti kalau ada masalah, ada pemahaman yang kurang tepat atau tidak sama itu mungkin hanya perlu ada penjelasan itu akan menjadi solusi,” tutur Joao.

“Karena saya yakin bahwa semua itu ada solusinya mungkin kalau saya ngadain nya harganya Rp 700 juta mungkin pasti potensi pembatalan sangat besar tapi kalau saya ngadain nya murah kayaknya sayang banget,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *