Swiss,REDAKSI17.COM – Kinerja perekonomian Indonesia dipamerkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di hadapan sejumlah pemimpin dunia.
Kinerja itu disampaikan ketika memberi pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, pada Kamis (22/01/2026), di Davos, Swiss.
Dalam forum itu, selain pemimpin dunia juga hadir pelaku usaha global dan pengambil kebijakan internasional.
Prabowo juga mengutip penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebutkan Indonesia sebagai titik terang pertumbuhan ekonomi global.
Adapun, IMF sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,1 persen pada tahun 2026 ini, jumlah tersebut naik tipis dibanding tahun 2025 yang diperkirakan tumbuh 5,0 persen.
Dengan demikian, maka inflasi berada dalam sasaran target Bank Indonesia, meski di tengah tekanan kondisi global saat ini.
Laporan dari IMF tersebut menunjukkan optimisme terhadap daya tahan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global.
“IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang menantang,” ungkap Prabowo, dikutip dari setneg.go.id, Jumat (23/1/2026).
Prabowo mengatakan bahwa dunia saat ini menang berada dalam fase penuh ketidakpastian, di mana perdamaian dan stabilitas menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran global.
Dia menekankan bahwa sejarah telah membuktikan pentingnya perdamaian dan stabilitas sebagai aset paling berharga bagi umat manusia, karena tanpa keduanya, tidak mungkin tercipta kemakmuran yang berkelanjutan.
Prabowo pun mengatakan, meskipun dunia dihadapkan pada pengetatan kondisi keuangan, ketegangan perdagangan, serta ketidakpastian politik, Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten.
Selain pertumbuhan ekonomi, Prabowo juga menyoroti stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terjaga, termasuk inflasi dan defisit anggaran.
“Inflasi kita tetap berada di kisaran 2 persen. Defisit pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3 persen dari PDB kita,” katanya.
Prabowo kemudian menyinggung soal pentingnya menjaga kredibilitas negara, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan kewajiban internasional.
Orang nomor satu RI itu menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat dalam memenuhi kewajiban keuangannya, terlepas dari pergantian pemerintahan.
“Sepanjang sejarah Indonesia, kita tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak sekali pun,” tegas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo juga menekankan bahwa stabilitas dan perdamaian yang dinikmati Indonesia selama ini merupakan hasil dari pilihan kebijakan yang konsisten, bukan semata faktor kebetulan.
Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia secara konsisten memilih jalan persatuan dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan.
Oleh karena itu, menurut Prabowo, pengakuan internasional terhadap perekonomian Indonesia ini bukanlah hasil optimisme tanpa dasar, melainkan didukung oleh bukti dan kebijakan yang terukur.
“Mereka menyadari bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan-kebijakan kami telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik,” tegasnya.
Adapun, pidato Prabowo di WEF 2026 ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian, stabilitas, dan tata kelola ekonomi yang bertanggung jawab, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai mitra strategis yang kredibel dalam percaturan ekonomi dan diplomasi global.
Singgung Danantara
Dalam forum tersebut, Prabowo juga tidak lupa menyebutkan Danantara dan menjelaskan perannya dalam ekonomi Indonesia.
Danantara Indonesia merupakan badan pengelola investasi yang menangani, mengoptimalkan, dan mengembangkan aset strategis Indonesia.
“Selain membutuhkan perdamaian dan stabilitas, pertumbuhan membutuhkan tata kelola negara dan modal, khususnya alokasi defisit dan realokasi modal. Itulah mengapa Februari lalu kami mendirikan dana kekayaan negara kami, Danantara Indonesia,” kata Prabowo, dikutip dari Kompas TV, Jumat.
Prabowo menegaskan bahwa Danantara akan menjadi energi untuk menggerakkan Indonesia.
“Danantara adalah dana kekayaan negara dengan aset kelolaan sebesar 1 triliun USD,” ujarnya.
Indonesia, kata Prabowo, bukan hanya tanah perdamaian dan stabilitas, tetapi juga merupakan tanah peluang.
Oleh karena itu, Prabowo menyatakan keyakinannya atas pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan adanya Danantara.
“Saya yakin pertumbuhan ekonomi kami akan sangat mengejutkan, banyak orang di dunia dengan Danantara Indonesia yang kini mampu menjadi mitra Anda. Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda,” ucapnya.
Prabowo juga menjelaskan bahwa Danantara didirikan untuk membiayai industri masa depan.
“Kami bertekad untuk mengindustrialisasi negara kami secara signifikan. Industri masa depan harus dijalankan dengan baik dan bijaksana, itulah mengapa kami membangun Danantara dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab institusional,” paparnya.
Saat ini, Danantara diketahui mengelola 1.044 perusahaan milik negara dan pemerintah Indonesia akan mengurangi jumlahnya menjadi sekitar 300.




