Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo telah melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi mendalam terkait pelaksanaan Imunisasi Heksavalen di berbagai fasilitas kesehatan (fasyankes) jejaring puskesmas. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 15 November 2025 ini menyasar Praktik Mandiri Bidan (PMB), klinik, dan rumah sakit yang menjadi pos layanan imunisasi.
Supervisi suportif ini bertujuan untuk memberikan bimbingan, memecahkan masalah, dan mengarahkan praktik imunisasi terbaik. Monitoring meliputi dari persiapan pelaksanaan, rantai dingin vaksin, serta pencatatan dan pelaporan.
Aspek-aspek utama yang dimonitor meliputi:
- Kesiapan Input (Alat dan Fasilitas)
Tim Dinkes Kulon Progo memeriksa ketersediaan komponen esensial, seperti:
- Logistik Vaksin dan Non-Vaksin: Ketersediaan daftar sasaran, vaksin, pelarut, Auto Disable Syringe (ADS), safety box untuk limbah tajam, dan KIPI kit sesuai standar.
- Rantai Dingin (Cold Chain) : Pemeriksaan penyimpanan pelarut dalam vaccine refrigerator sebelum pelayanan, ketersediaan vaccine carrier yang bersih dengan cool pack yang cukup, dan indikator pemantau suhu beku.
- Kualitas Proses (Pemberian Imunisasi)
Pada bagian proses, pengamatan berfokus pada teknik dan prosedur:
- Prosedur Pelayanan: Kepatuhan vaksinator dalam menerapkan teknik penyuntikan yang benar (intra kutan, sub kutan, intra muscular) dan memastikan imunisasi sesuai jadwal atau ketentuan imunisasi kejar.
- Keamanan Vaksin: Vaksinator wajib mencantumkan jam dan tanggal pembukaan pada vial vaksin. Tim juga memastikan tidak ada vaksin yang telah dilarutkan melebihi batas waktu pemakaian (misalnya BCG 3 jam, Campak Rubela dan JE 6 jam).
- Praktik Aman: Vaksinator harus membuang alat suntik bekas pakai langsung ke safety box (no recapping) dan tidak menyiapkan suntikan sebelum sasaran datang (no prefilling).
- Komunikasi dan Kemitraan
Monitoring juga mencakup upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta dukungan sistem:
- Edukasi Orang Tua: Petugas wajib memberikan penjelasan yang jelas kepada orang tua/pengasuh mengenai manfaat, efek simpang dan penanganannya, serta jadwal imunisasi berikutnya.
- Observasi Pasca-Imunisasi: Orang tua/pengasuh disarankan menunggu minimal 15 menit setelah imunisasi untuk antisipasi efek simpang.
- Dukungan Fasyankes: Verifikasi adanya kerjasama/kemitraan dengan lintas sektor/lintas program untuk kegiatan imunisasi.
Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat memperkuat sistem imunisasi di Kulon Progo dan berdampak pada meningkatnya angka cakupan imunisasi secara umum tinggi dan merata termasuk meningkatkan pelaksanaan program Heksavalen di wilayah kerja.





