Home / Tokoh Kita / Muhammad Zulfikar Rakhmat

Muhammad Zulfikar Rakhmat

Muhammad Zulfikar Rakhmat Lahir di kota Pati, Jawa Tengah, pada 10 April 1992. Terlahir sebagai seorang disabilitas Zulfikar mengalami gangguan motorik di kedua tangannya. Dampaknya hingga kini dirinya kesulitan memegang benda-benda kecil yang ditemuinya seperti pulpen dan pensil untuk menulis.
Karena kekurangan Fisiknya itu lantas Zulfikar sulit untuk masuk di beberapa sekolah dari SD, SMP SMA Bahkan setelah berhasil masuk sekolah dia pun sering mendapatkan Bullying, Banyak orang yang beranggapan kalau dia itu tak mampu secara fisik otomatis dia juga tidak cerdas. Zulfikar mempunyai orang tua dan keluarga benar-benar mendukung dan menyayanginya.
“jika kamu berhenti bersekolah maka kamu membiarkan kekurangan mu menang, semangat lah dan buktikan bahwa kamu Bisa” kata orang tuanya.
“Dulu kakek saya pernah bilang kalau mau jadi orang pintar belajarlah di 3 tempat, Timur Tengah, Eropa dan Amerika,” kata Zulfikar. Zulfikar melanjutkan pendidikannya di Qatar setelah ayahnya mendapat kabar untuk bekerja di sana.
Dirinya lulus dengan masa kuliah 3.5 tahun dan IPK 3.93 dari skripsinya yang berjudul ‘China’s foreign policy towards the Israel-Palestinian conflict (Politik luar negeri China terhadap konflik Israel-Palestina) dan berhasil mengantarkan dirinya menjadi mahasiswa berprestasi dan mendapatkan penghargaan langsung dari Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani pada 2014 silam
“Ijazah diberikan langsung oleh Emir Qatar juga bersama piagam emas dengan tulisan ucapan selamat lulus yang ditulis di logam emas, saya melihat orang tua saya meteskan air mata,” kenangnya penuh haru.Zulfikar berhasil lulus dan mendapat gelar dari beberapa sekolah diantaranya,
S1 di Universitas Qatar – Jurusan Hubungan Internasional dan Politik Timur Tengah (2010-2013). S2 di Universitas Manchester – Jurusan Politik Internasional (2014-2015),
S3 di Universitas Manchester – Jurusan Politik (2015-2018) Zulfikar menjadi lulusan terbaik disana.
Sekarang Zulfikar Berhasil menjadi seorang DOSEN, Dokter, Wartawan, Penulis, dan juga Aktivis Difabel, “KetidakMampuan sebenarnya bukanlah masalah Fisik tapi ketidak mampuan sebenarnya adalah Gampang Menyerah” Kata Zulfikar.
Kisah hidup Zulfikar sebagai seorang difabel telah ra tulis melalui bukunya yang berjudul “Inilah Jihadku” banyak media berita yang meliputnya kisahnya dan banyak orang yang terharu dan termotivasi dari kisah hidupnya. Seorang yang tidak pernah menyerah dengan kekurangannya dan berhasil meraih mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *