
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan acara Syawalan sebagai ajang silaturahmi bagi seluruh warga Muhammadiyah pasca-perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Minggu pagi, (5/4/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Ketua DPRD dan Kepala Kajari Gunungkidul serta jajaran pejabat instansi lainnya.Dalam laporannya, Ketua PDM Gunungkidul, Dr. H. Sadmonodadi, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan yang telah bekerja keras menciptakan suasana kondusif selama bulan Ramadan dan Idulfitri.
“Pentingnya semangat “Islam Berkemajuan” sebagaimana pernah dipuji oleh Bung Karno, yang menyebut Muhammadiyah sebagai teladan Islam yang maju di Indonesia.” ujarnya.
Pelepasan Jemaah Haji 1447 H
Selain silaturahmi, acara ini juga menjadi momen doa bersama bagi warga Muhammadiyah yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah. Tercatat sebanyak 209 jemaah haji reguler berada di bawah bimbingan KBIH Aisyiyah, serta 9 jemaah haji khusus melalui travel Salsabila.
“Di antara para calon jemaah, terdapat jemaah termuda atas nama Ananda Mutiara Asri Faizatus yang berusia 18 tahun dari Karangsari, serta jemaah tertua, Bapak Masud Abdul Jadir, yang berusia 85 tahun dari Karangmojo.” kata Sadmonodadi.
Ketua PDM Gunungkidul berharap para jemaah dapat meraih haji mabrur dengan ciri semakin menghamba kepada Allah dan memberikan manfaat bagi kemanusiaan.*Apresiasi Prestasi Nasional dan Pesantren Virtual
PDM Gunungkidul turut memberikan penghargaan kepada cabang dan ranting yang di tingkat nasional, yakni PRM Siraman sebagai Juara Harapan 2 Ranting Unggul Nasional tahun 2024 dan PCM Wonosari yang masuk dalam 10 Besar Cabang Unggul Nasional tahun 2025.
“Kita laporkan juga kesuksesan penyelenggaraan Pesantren Ramadan Virtual 2026 yang diikuti oleh total 68.357 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.844 peserta berasal dari internal Gunungkidul, sementara 51.513 peserta lainnya berasal dari luar daerah.” ungkap Sadmonodadi.
Peserta terdiri dari guru, pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta siswa dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK/MA.Beberapa nama pemenang terbaik dari kategori guru dan karyawan juga diumumkan, di antaranya Mujazanah Widyawati (SD Muhammadiyah 2 Gebang), Suniati (SMP Muhammadiyah Alian), dan Anwaruddin (SMK Muhammadiyah 2).
“Penghargaan ini diharapkan dapat terus memacu semangat dakwah dan pengabdian warga Muhammadiyah di masa depan.” pungkas Sadmonodadi.
Pamitan Bagi Calon Jemaah Haji Warga Muhammadiyah tahun 2026
Dalam sambutannya, perwakilan calon jemaah haji, Suprapto, menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan mulia yang penuh tantangan, mulai dari persiapan hingga pascapelaksanaan. “Kesuksesan ibadah haji memerlukan perpaduan antara keikhlasan hati, kekuatan raga, dan dukungan moral spiritual dari berbagai pihak.”Berdasarkan data yang disampaikan, jemaah haji dari lingkungan Muhammadiyah Gunungkidul akan terbagi ke dalam beberapa kelompok terbang (kloter) dengan jadwal keberangkatan Kloter 5 Berangkat pada 26 April 2026, Kloter 10 Berangkat pada 3 Mei 2026, Kloter 26 Berangkat pada 19 Mei 2026, dan Haji Plus Berangkat pada 13 Mei 2026.
“Mewakili para calon jemaah memohon maaf lahir dan batin kepada masyarakat serta memohon doa agar diberikan kelancaran, keselamatan, dan kekuatan selama menjalankan rangkaian ibadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.” kata Suprapto sebagai perwakilan.
Mereka berharap dapat kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi bumi Handayani.Menutup sambutannya, perwakilan jemaah juga mendoakan agar para hadirin yang hadir senantiasa diberikan kemudahan dan petunjuk oleh Allah SWT agar suatu saat nanti dapat menyusul menunaikan ibadah haji dan umrah.Bupati Gunungkidul yang menghadiri acara Syawalan sekaligus melepas keberangkatan jemaah haji dari warga Muhammadiyah dengan pesan penuh harapan dan komitmen sosial. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sarana untuk membuahkan kesalehan sosial, seperti komitmen untuk hidup rukun, damai, dan saling membantu sesama.Bupati mengingatkan para jemaah bahwa ibadah di tanah suci menuntut kemandirian serta kekuatan mental yang luar biasa. Bupati Endah berpesan agar seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan, kesabaran, serta menjaga nama baik Kabupaten Gunungkidul dengan menunjukkan perilaku yang mulia selama menjalankan ibadah.
“Saya memohon titip doa untuk daerah kita tercinta. Semoga Gunungkidul senantiasa diberkahi, dijauhkan dari marabahaya dan segala bencana, serta masyarakatnya hidup sejahtera dalam rida Allah SWT,” ujar Bupati dalam pesannya kepada para jemaah.
Selain memberikan wejangan bagi calon haji, Bupati juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah atas peran aktifnya dalam membina umat dan masyarakat selama ini.Menurutnya, pondasi utama dalam membangun daerah adalah terwujudnya masyarakat yang religius dan harmonis. Ia pun mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong-royong.Menutup sambutannya, Bupati mendoakan agar para jemaah diberikan keselamatan, kesehatan, serta kemudahan dalam segala urusan, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Bupati berharap para jemaah kembali sebagai haji yang mabrur yang membawa berkah bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.



