NGAMPILAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono bersama Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah, Muhammad Nurul Yasmin, meresmikan Charging Station dan dua unit Becak Tenaga Listrik (Betrik 1912) yang berlangsung di Grha Suara Muhammadiyah Tower, Rabu (9/12).
Program becak listrik ini merupakan hasil kerja sama MPM Muhammadiyah dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dalam kesempatan ini juga dilakukan penambahan dua unit baru Betrik. Sehingga, jumlah Betrik yang beroperasi di bawah Paguyuban Becak Ahmad Dahlan (Pabelan) kini mencapai tujuh unit.
Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan lelang donasi bagi para donatur guna mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan di Kota Yogyakarta.
Dalam kesempatan ini, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, memberikan apresiasi atas hadirnya inovasi becak listrik dan charging station ini. Ia menilai kehadiran Betrik mampu membantu pengemudi becak memperoleh sumber daya listrik dengan lebih mudah dan terjangkau.
“Ini merupakan upaya memudahkan para pengemudi becak dalam memperoleh daya listrik. Sehingga mampu memproduksi moda transportasi yang bermanfaat, ramah lingkungan, dan praktis,” ujarnya.
Menurutnya, desain Betrik yang ramping membuatnya efisien bergerak di kawasan perkotaan yang padat dan selaras dengan karakter Kota Yogyakarta. Ia berharap dua unit baru ini dapat meningkatkan produktivitas para pengemudi becak dan membantu peningkatan ekonomi mereka.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono bersama Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah, Muhammad Nurul Yasmin, meresmikan Charging Station dan dua unit Becak Tenaga Listrik (Betrik 1912) yang berlangsung di Grha Suara Muhammadiyah Tower, Rabu (9/12).

“Dengan energi listrik, penggunaan energi fosil berkurang, tidak menimbulkan polusi, dan dapat menjadi ikon wisata di Kota Yogyakarta,” tambahnya.
Inovasi Betrik dan charging station juga disebut menjadi salah satu solusi cepat untuk mengatasi persoalan kemacetan melalui penyediaan transportasi publik yang nyaman, terjangkau, dan ramah lingkungan.
Diketahui, dalam uji coba Betrik menunjukkan performa yang baik. Dimana untuk target jarak tempuh sampai dengan 50 km per pengisian daya dan tetap beroperasi secara optimal.
Bahkan pengisian daya di charging station baru kini hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai 85% kapasitas baterai.
Saat ditemui, Ketua MPM Muhammadiyah Yogyakarta, Muhammad Nurul Yasmin menjelaskan, program pemberdayaan pengemudi becak merupakan bagian dari misi Muhammadiyah dalam menguatkan ekonomi masyarakat, budaya lokal, serta pengembangan teknologi hijau.
Ia menyebut becak dipilih bukan hanya karena nilai ekonominya, tetapi juga keterkaitannya dengan teknologi, budaya, hingga penguatan kelembagaan.
“Dari becak saja, ada banyak hal saling berkaitan teknologi, ekonomi, sosial, budaya. Kita ingin mengembangkan semuanya secara terintegrasi,” ujarnya.

Yunianto juga mencoba secara langsung charger Stastion becak listrik.

Ia juga menjelaskan ada penerapan tarif resmi untuk Betrik agar memberikan kepastian bagi penumpang. Rute layanan meliputi kawasan wisata seperti Keraton, Taman Sari, Alun-Alun, hingga Gudeg Wijilan, dengan home base di Hotel SM Tower. Beberapa unit Betrik juga dilengkapi fitur hiburan seperti musik tradisional.
“Inovasi becak listrik dan charging station ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai titik di Kota Yogyakarta, khususnya kawasan wisata seperti Malioboro. Kami kesiapan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas penggunaan transportasi ramah lingkungan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Becak Ahmad Dahlan (Pabelan), Edi Rahayu mengucapkan terima kasih kepada MPM, UAD dan Pemkot Yogyakarta dalam melakukan pendampingan, terutama dalam inovasi becak yang ramah lingkungan bagi Kota Yogyakarta.
“Kami sangat terbantu, kami dipermudah dalam pelatihan dan pendampingan untuk menggunakan becak listrik ini. Selain itu, juga berdampak dalam ekonomi karena yang tadinya sering nganggur sekarang sering narik becak,” katanya.