Home / Daerah / Musrenbang Kapanewon Wonosari 2027, Bupati Gunungkidul Belanja Masalah dan Alokasikan Rp13 Miliar untuk Infrastruktur

Musrenbang Kapanewon Wonosari 2027, Bupati Gunungkidul Belanja Masalah dan Alokasikan Rp13 Miliar untuk Infrastruktur

 

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kapanewon Wonosari dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, yang berlangsung di Balai Kalurahan Gari, Rabu, (21/1/2026).

 

Dalam forum tersebut, Bupati menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai ajang “belanja masalah” untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

 

Dalam arahannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan bahwa pada tahun anggaran mendatang, Kapanewon Wonosari akan menerima alokasi dana infrastruktur sebesar Rp13 miliyar,

“Dana tersebut akan difokuskan pada rehabilitasi sejumlah ruas jalan kabupaten, seperti ruas Karangtengah-Bejiharjo dan Jeruksari-Tawangsari, serta pembangunan drainase dan perbaikan 30 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp600 juta.” ujar Bupati.

Namun, Panewu Wonosari, Dwi Windarsih, menyampaikan aspirasi terkait kecilnya pagu Pagu Indikatif Wilayah Kapanewon (PIW-K) Wonosari yang hanya sebesar Rp1,1 miliar .

Panewu Wonosari menyoroti bahwa sebagai ibu kota kabupaten dengan 14 kalurahan, pagu tersebut masih kalah dibanding kapanewon lain seperti Playen atau Semanu jika dilihat dari rasio per kalurahan.

“Kami mohon kebijakan lebih pada pagu indikatif sektoral (PIS) untuk mengakomodir kerusakan jalan kalurahan yang mencapai 30.877 meter kondisi rusak berat**,” ujar Panewu.

Selain infrastruktur, Musrenbang kali ini menyoroti data sosial yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan paparan Panewu, tercatat ada 115 anak usia 7-18 tahun yang tidak bersekolah di wilayah Wonosari, dengan angka tertinggi di Kalurahan Karangtengah. Sementara itu, prevalensi stunting berada di angka 13,39%, di mana Kalurahan Pulutan mencatat angka tertinggi yaitu 19,28%.

Menanggapi hal ini, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meminta penanganan dilakukan secara mendetail berbasis data by name by address, “Komitmen pemerintah untuk menggandeng Baznas dan CSR guna melakukan intervensi cepat, terutama bagi warga miskin ekstrem yang membutuhkan bedah rumah namun tidak memiliki kemampuan swadaya.” kata Bupati.

Sejalan dengan program strategis nasional, 14 kalurahan di Wonosari telah mulai mengalokasikan penyertaan modal untuk program ketahanan pangan melalui BUMDes atau Bumkal. Berbagai usaha mulai dikembangkan, seperti ternak kambing, ayam petelur, hingga budidaya cabai dan bawang merah.

 

Persiapan Lomba Desa 2027

Dalam sidang pleno kelompok, disepakati bahwa Kalurahan Selang akan menjadi prioritas utama pembangunan untuk tahun 2027. Hal ini dikarenakan Kalurahan Selang dipersiapkan untuk mewakili Kapanewon Wonosari dalam lomba perkembangan kalurahan tingkat kabupaten. Fokus pembangunan di Selang akan mencakup sarana infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan sosial budaya.

Musrenbang ditutup dengan harapan agar kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mewujudkan masyarakat Wonosari yang lebih maju dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *