Dirut BRI Hery Gunardi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.Foto: Ignacio Geordi Oswaldo/detikcom
Jakarta,REDAKSI17.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hingga akhir Desember 2025 telah menyalurkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi
(KPRS) lebih dari Rp 16 triliun. Jumlah ini tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat atau 100% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Atas capaian ini, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan pihaknya secara langsung diminta oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk kembali meningkatkan pembiayaan KPRS sepanjang 2026 ini hingga dua kali lipat lebih tinggi dari 2025 kemarin.
“Kita bersyukur bahwa di tahun 2025 yang lalu, Desember, peningkatannya adalah 100%, dan kita sudah menyalurkan lebih dari Rp 16 triliun pembiayaan rumah bersubsidi, dan harapannya dari tahun ini target dari Pak Menteri (PKP) sudah mencapai target lagi 100% lagi naik,” terang Hery ditemui wartawan di Gedung BRI I, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2026).
Sepanjang 2025 BRI sudah menyalurkan pembiayaan KPRS untuk 36.000 unit rumah subsidi. Karena peningkatan target ini, BRI diperkirakan akan menyalurkan kredit untuk pembelian 60.000 unit rumah.
“KPR subsidi tadi kita sudah sampaikan, sudah dikasih target baru, tahun lalu kita menyalurkan sekitar 36.000, tahun ini mungkin 60.000 ya,” terangnya.
Tak hanya sebatas memberi pembiayaan pada rumah subsidi, menurut Hery perbankan juga memberikan pembiayaan untuk modal usaha masyarakat melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar. Dengan begitu mereka tak hanya memiliki kemampuan untuk mempunyai hunian pribadi, namun juga dapat meningkatkan taraf hidupnya.
“Kita juga melihat bahwa masyarakat ini setelah dapat rumah, milik rumah apa gitu, gimana untuk hidup dan lain sebagainya. Tentunya ini dikaitkan dengan program Mekar ya,” ujar Hery.
“Kebetulan Permodalan Nasional Madani itu adalah miliknya BRI, di bawah BRI. Jadi masyarakat yang tergabung, ibu-ibu yang tergabung dalam Mekar ini tentunya mendapat pembiayaan dari kami, dari PNM dan pembiayaan ini digunakan untuk usaha,” tambahnya.





