Home / Opini / *Ngocor deras

*Ngocor deras

Sampai hari ini, belum ada pihak pemerintah yang berani mengakui soal pengadaan motor listrik untuk MBG. Tapi video2nya telah beredar massif. Kamu beli berapa? Betulan 70.000 motor? Berapa budgetnya? Triliunan?
Motor listrik ini gagah sekali, Kawan. Harganya saja wow banget, 57 juta per unitnya. Ngeri deh, hanya utk motor, habis duit segini. Speks super, seolah dapur2 itu lokasinya di pos 2 gunung Rinjani semua. 57 juta! Beli! Indonesia tuh benar2 kaya ternyata.
BGN jelas tahu soal ini, sama seperti kasus mobil untuk koperasi desa, hanya soal waktu mereka buka mulut. Dan kasus ini menambah daftar panjang kemunafikan pemerintah.
1. Motor ini impor. Sementara Prabowo dulu ngoceh soal produksi dalam negeri. Entahlah, sepertinya ada beda signifikan antara Prabowo dan Pascabowo setelah jadi presiden. Yg dulu mengaum buas, yg sekarang jadi antek aseng. Mudah banget beli produk2 aseng.
2. Saat seluruh kementerian, lembaga, badan, hingga sekolah2 dipaksa efisiensi, mengencangkan ikat perut, eeh, pemerintah seenaknya saja membeli ribuan motor listrik. Seriusan deh, memangnya karyawan2, pegawai2 dapur itu tdk punya motor? Aduh duh. Dan tdk tanggung2, mereka beli sekalian yg bagus, speks tinggi.
3. Dan terakhir, cuma nanya loh ini, kamu dapat berapa sih dari pembelian motor langsung dari China ini? Ada tender tidak? Ada proses pengadaan yg memadai tidak? Ooh lagi2 pasti beralasan biar cepat, industri dalam negeri tidak siap, bla bla. Sama kayak Agrinas, selalu pintar ngeles sih.
Tahniah rakyat Indonesia, Presiden telah bertitah, laksanakan MBG dan KMP! Maka mau ratusan triliun dihabiskan tanpa mikir, laksanakan! Sambil Menkeu terus bicara ekonomi Indonesia tuh baik2 saja, bla bla bla. Entahlah, baik2 betulan atau cuma angin surga.
Cuy, jika kita tuh betulan baik2 saja, kita tidak akan gali lubang tutup lubang ribuan triliun tiap tahun. Hanya orang yg bermasalah serius dgn ekonominya yg gali lubang tutup lubang begini. Dan uangnya habis utk beli mobil dari India, motor dari China.
*Tere Liye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *