Home / Tokoh Kita / Nyak Sandang Berpulang

Nyak Sandang Berpulang

Kabar duka datang dari Aceh. Seorang tokoh sederhana namun berjasa besar bagi sejarah Indonesia, Nyak Sandang, meninggal dunia pada usia 100 tahun di rumahnya di Gampong Lhuet pada 7 April 2026. Semasa hidupnya, Nyak Sandang dikenal sebagai salah satu rakyat yang ikut membantu perjuangan Indonesia melalui sumbangan pribadi untuk membeli pesawat terbang pertama milik republik.
Kisah pengorbanannya terjadi pada tahun 1948, ketika Indonesia masih berjuang mempertahankan kemerdekaan dan sangat membutuhkan sarana transportasi udara. Saat itu, di usia sekitar 23 tahun, Nyak Sandang rela menjual tanah serta emas miliknya. Dari hasil tersebut ia menyumbangkan sekitar Rp100 — jumlah yang sangat besar pada masa itu — untuk membantu pembelian pesawat Seulawah RI-001 dan Seulawah RI-002. Pesawat ini kemudian menjadi simbol dukungan rakyat Aceh terhadap perjuangan nasional dan cikal bakal kekuatan penerbangan Indonesia.
Pengorbanan Nyak Sandang menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui dukungan nyata dari rakyat biasa. Sumbangan masyarakat Aceh kala itu sangat penting karena membantu pemerintah Indonesia memiliki pesawat yang digunakan untuk kepentingan diplomasi dan transportasi di masa sulit setelah kemerdekaan. Kisah ini sering dikenang sebagai bukti kuatnya semangat gotong royong rakyat dalam membangun negara.
Menurut keterangan keluarga, Nyak Sandang wafat sekitar pukul 12.00 WIB dalam kondisi yang sudah melemah karena faktor usia, namun tidak menderita sakit berat. Hingga akhir hayatnya, ia dikenal sebagai sosok sederhana yang tidak pernah menonjolkan jasanya, meskipun kontribusinya memiliki arti besar bagi sejarah Indonesia.
Kisah hidup Nyak Sandang menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan perkembangan Indonesia juga dibangun dari pengorbanan rakyat kecil yang rela memberikan apa yang mereka miliki demi masa depan bangsa.
Sumber: Kompas ; keterangan Camat Jaya Syamsuddin Rani; wawancara keluarga Nyak Sandang mengenai riwayat sumbangan untuk pesawat Seulawah RI-001 dan RI-002.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *