Kehadiran Oemah Penthoel Art Space menjadi angin segar bagi perkembangan seni dan budaya di Kabupaten Kulon Progo. Ruang kreatif yang berlokasi di Kepek, Kapanewon Pengasih ini hadir sebagai alternatif pusat kebudayaan di luar Taman Budaya Kulon Progo, dengan fasilitas yang dinilai memadai untuk mendukung berbagai kegiatan bertema budaya.
Oemah Penthoel Art Space menawarkan berbagai sarana dan prasarana yang mendukung penyelenggaraan acara, mulai dari halaman luas hingga bangunan joglo dan gazebo yang tersebar di sejumlah titik.
Dengan konsep ruang terbuka dan nuansa tradisional Jawa, tempat ini dinilai memiliki potensi besar sebagai wadah ekspresi seni sekaligus destinasi wisata edukasi budaya.
Ruang ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Desa Wisata Pengasih, yang kini terus berkembang dengan melibatkan peran aktif anak muda setempat.
Pengelolaan Oemah Penthoel Art Space dilakukan oleh generasi muda di wilayah tersebut yang berkomitmen untuk menghadirkan ruang kreatif berbasis kearifan lokal.
Mengusung tema Topeng Penthoel Tembem, Oemah Penthoel Art Space mengangkat filosofi dua topeng yang tidak terpisahkan, yakni berwarna hitam dan putih, yang melambangkan keseimbangan antara baik dan buruk dalam kehidupan. Konsep ini kemudian diwujudkan dalam bentuk ruang budaya yang tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Joko Mursito, menyambut baik keberadaan ruang budaya ini. Ia menilai kehadiran Oemah Penthoel Art Space dapat menjadi penguat ekosistem seni di Kulon Progo.
“Keberadaan ruang seperti ini sangat penting sebagai alternatif pusat kegiatan budaya. Tidak hanya terpusat di Taman Budaya, tetapi juga menyebar di wilayah-wilayah, sehingga masyarakat lebih mudah mengakses kegiatan seni dan budaya,” ujar Joko.
Sebelumnya, Oemah Penthoel Art Space telah beberapa kali digunakan sebagai lokasi berbagai kegiatan, seperti pagelaran ketoprak hingga talkshow yang melibatkan sejumlah pejabat daerah.
Ke depan, ruang ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon baru kebudayaan di Kulon Progo.****





