Home / Daerah / Paguyuban Alumni Dinilai Strategis Perkuat Perlindungan Perawat Migran

Paguyuban Alumni Dinilai Strategis Perkuat Perlindungan Perawat Migran

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Paguyuban atau persatuan alumni dinilai memiliki fungsi strategis sebagai wadah komunikasi dan jejaring bagi tenaga kesehatan Indonesia yang bekerja di luar negeri. Selain mempermudah integrasi data, keberadaan paguyuban juga menjadi sarana penanganan konflik dan musibah, sekaligus membuka peluang pengembangan prospek karir masa depan untuk lulusan keperawatan di kancah internasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam audiensi bersama unsur pimpinan dan ketua panitia Dies Natalis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Notokusumo Yogyakarta, Rabu (21/01), di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Audiensi tersebut membahas laporan pelaksanaan Dies Natalis ke-36 STIKES Notokusumo yang akan diselenggarakan pada 3 Februari mendatang.

“Mohon dipikirkan pembentukan semacam paguyuban atau persatuan alumni bagi Akademi Perawat Notokusumo yang bekerja di luar negeri. Dengan komunikasi yang baik dan jaringan relasi antar alumni, jejaring ini dapat membantu pengembangan dan prospek Akper ke depan,” tegas Sri Paduka.

Sri Paduka menegaskan, STIKES Notokusumo Yogyakarta telah berhasil melahirkan lulusan yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki daya saing di skala internasional. Hal ini tercermin dari tersebarnya alumni yang bekerja hingga ke Jepang, Jerman, dan kawasan Timur Tengah. “Permintaan tenaga perawat terus meningkat, sementara kompetensi di bidang ini tidak mudah dan tidak murah. Artinya, peningkatan kapasitas pendidikan keperawatan di STIKES terbukti mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sri Paduka menyoroti sejumlah persoalan yang kerap dihadapi pekerja migran, seperti tidak kembali ke tanah air tepat waktu hingga kondisi terlantar akibat perubahan perspektif seiring meningkatnya jumlah tenaga kerja. Menurutnya, keberadaan paguyuban alumni dapat menjadi ruang perlindungan dan pendampingan bagi ratusan alumni Akper STIKES Notokusumo Yogyakarta yang tercatat bekerja di luar negeri.

“Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kondisi dan keadaan alumni setelah berada di sana, apakah terurus atau tidak. Dengan adanya paguyuban, proses pendampingan ke depan akan berjalan lebih mudah. Saya tetap memiliki harapan besar agar Akper STIKES Notokusumo dapat terus maju, meski tantangannya tidak mudah,” ungkap Sri Paduka.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Yayasan Notokusumo, Drs. Samudro Tjondronegoro, M.Hum, menyambut positif arahan Sri Paduka. Ia menegaskan bahwa pembentukan paguyuban atau asosiasi alumni sangat bermanfaat untuk menjaga hubungan berkelanjutan antar alumni STIKES Notokusumo Yogyakarta di luar negeri. “Jika terjadi permasalahan, solusi dapat dicari dengan lebih mudah, terutama yang berkaitan dengan keselamatan alumni,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STIKES Notokusumo Yogyakarta, Taukhit, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan harapannya menjelang peringatan Dies Natalis ke-36. “Dengan usia ke-36 ini, kami berharap STIKES Notokusumo Yogyakarta dapat terus meningkatkan mutu dan keunggulan, sehingga mampu menghasilkan lulusan keperawatan dan farmasi yang berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *