Home / Politik / Partai Perindo dan Pemprov Jateng Bersinergi Entaskan Kemiskinan

Partai Perindo dan Pemprov Jateng Bersinergi Entaskan Kemiskinan

 

SEMARANG,REDAKSI17.COM – Upaya menekan kemiskinan di Jawa Tengah (Jateng) belum sepenuhnya tuntas. Angkanya memang menurun, tetapi jutaan warga masih hidup dalam keterbatasan.

Di tengah situasi itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta partai politik tak berhenti pada dukungan elektoral. Dia mendorong keterlibatan langsung dalam kerja-kerja pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pesan itu mengemuka saat DPW Partai Perindo Jateng beraudiensi dengan Ahmad Luthfi di Kota Semarang, Kamis (26/2/2026). Pertemuan tersebut merupakan yang kedua setelah pergantian kepengurusan di tingkat wilayah.

“Harapan Pak Gubernur, partai politik bisa berkolaborasi dengan program-program pemerintah daerah dan berperan aktif mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah,” ujar Sekretaris DPW Partai Perindo Jateng Masrikan.

Dia mengatakan, Partai Perindo diminta membantu memetakan desa-desa miskin dan wilayah tertinggal untuk kemudian disinergikan dengan program pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Nantinya, dukungan bisa difasilitasi melalui dinas terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas Perumahan Rakyat.

Program yang berpotensi dikolaborasikan antara lain pembangunan rumah layak huni, penyediaan jamban sehat bagi warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi, serta pelatihan keterampilan kerja guna meningkatkan daya saing masyarakat desa.

“Tadi Pak Gubernur menekankan peran partai politik perlu diberdayakan agar pengentasan kemiskinan dan penanganan daerah tertinggal bisa lebih cepat,” tutur Masrikan.

DPW Partai Perindo Jateng, lanjut Masrikan, segera menginstruksikan 35 DPD kabupaten/kota untuk menginventarisasi desa-desa miskin. Hasil pemetaan itu akan menjadi dasar penyusunan skema sinergi bersama pemerintah daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Jateng turun dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat 3,34 juta orang atau berkurang 21,87 ribu orang dibandingkan Maret 2025 dan 51,52 ribu orang dibandingkan September 2024.

Meski trennya menurun, angka tersebut tetap menjadi pekerjaan rumah besar. Efektivitas kolaborasi antara pemerintah daerah dan partai politik kini akan diuji, sejauh mana sinergi itu mampu menghadirkan perubahan nyata di desa-desa yang masih tertinggal.

“Partai Perindo Jawa Tengah sangat siap bersinergi dengan Pemprov untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM. Kami sudah mendukung Pak Luthfi sejak pencalonan Gubernur. Jadi kami sangat siap mendukung program-program beliau,” tegas Masrikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *