Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung terbatas pada perdagangan Selasa (27/01).
Indeks ditutup naik tipis 0,05% ke level 8.980,23. Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan dan menjadi penopang utama indeks, di antaranya DSSA yang melesat 4,88%, GOTO menguat 8,33%, serta TLKM naik 2,34%.
Di sisi lain, tekanan terlihat pada saham berkapitalisasi besar. ASII turun cukup dalam sebesar 8,36%, diikuti BBCA yang melemah 1,96% dan BMRI turun 2,04%, sehingga menahan pergerakan IHSG untuk bergerak lebih jauh.
Dari aktivitas pelaku pasar, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih. Di pasar reguler, asing membukukan net sell Rp1,65 triliun, sementara di seluruh pasar tercatat net sell Rp1,61 triliun.
Secara sektoral, kinerja bursa terpantau beragam. Sebanyak 5 dari 11 sektor berhasil ditutup di zona hijau. Namun, sektor Industrial menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 3,45%, sedangkan sektor Technology tampil paling kuat dengan kenaikan 2,14%.
Tekanan volatilitas di pasar saham Indonesia masih terlihat, tercermin dari pergerakan indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia yang masing-masing turun 0,10% dan 0,43%. Kondisi ini menunjukkan kehati-hatian investor dalam mengambil posisi di pasar saham domestik.
Dari sisi kebijakan global, MSCI menyampaikan rencana pembekuan sementara terhadap sejumlah penyesuaian indeks yang berkaitan dengan saham Indonesia.
Kebijakan ini mencakup penangguhan perubahan yang biasanya muncul dalam Index Reviews, termasuk Review Februari 2026, serta penyesuaian akibat aksi korporasi. MSCI juga tidak akan menaikkan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak menambahkan saham Indonesia baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta menahan perpindahan kelas ukuran saham, termasuk dari Small Cap ke Standard.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan tingkat perputaran indeks dan risiko terkait investability, sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar melakukan peningkatan transparansi. MSCI menyatakan akan meninjau kembali aksesibilitas pasar Indonesia apabila hingga Mei 2026 belum terdapat perkembangan yang memadai.
Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan lanjutan pada IHSG, seiring masih derasnya aksi jual asing dalam beberapa hari terakhir, dengan area pergerakan terdekat berada di kisaran 8.715–8.750.
Rekomendasi Saham Hari Ini
ENRG – Buy 1655-1670 | TP 1695-1760 | SL 1545
ENRG
Transaksi di sini
Powered by
BUMI – Buy 338-344 | TP 350-360 | SL 320
BUMI
Transaksi di sini
Powered by
INET – Buy 442-448 | TP 458-472 | SL 414
INET
Transaksi di sini
Powered by
GOTO – Buy 62-64 | TP 68-70 | SL 59
GOTO
Transaksi di sini
Powered by
HRTA – Buy 2380-2410 | TP 2460-2530 | SL 2230
HRTA
Transaksi di sini
Powered by
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.





