Jakarta,REDAKSI17.COM – Nahdlatul Ulama (NU) akan merayakan ulang tahun yang ke-100 pada hari Sabtu, 31 Januari 2026. Ketua PBNU, Rumadi Ahmad, menyatakan bahwa pada tanggal tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Harlah Ke-100 Masehi di Istora Senayan, Jakarta.
“Ya, kita akan memperingati harlah ke-100 NU dalam kalender Masehi di Istora Senayan, Jakarta, tepat pada tanggal pendirian NU, yakni 31 Januari,” ungkap Rumadi seperti yang dikutip dari situs resmi NU pada Rabu (28/1/2026).
Dalam acara tersebut, Rumadi juga mengungkapkan bahwa PBNU telah mengundang Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk hadir.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto juga kami undang untuk memberikan amanat pada Harlah 100 tahun NU,” tambahnya. Rumadi menjelaskan bahwa rangkaian acara Harlah 100 tahun NU pada 31 Januari 2026 akan dimulai pada pukul 06.00 WIB dengan kegiatan istighotsah kubra, mahallul qiyam, dan doa bersama. Puncak acara akan berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB dalam bentuk Rapat Akbar.
Rumadi menjelaskan lebih lanjut bahwa acara ini disebut Rapat Akbar karena melibatkan semua elemen NU, termasuk mustasyar, syuriyah, a’wan, dan tanfidziyah PBNU, serta pengurus PWNU, PCNU, lembaga, badan otonom, dan badan khusus. Setelah Rapat Akbar, agenda akan dilanjutkan dengan penggalangan donasi untuk membantu korban bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Dengan demikian, perayaan ini tidak hanya menjadi momen refleksi bagi NU, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Video Perjalanan 100 Tahun NU
Pada acara puncak, dijadwalkan Presiden Prabowo Subianto akan memberikan amanat. Selain itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar juga akan menyampaikan serangkaian pidato.
“Pada saat rangkaian pidato, panitia juga akan menayangkan video perjalanan 100 tahun Nahdlatul Ulama,” ungkap Rumadi. Peringatan Harlah Ke-100 NU mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.
Dalam penjelasannya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa tema tersebut merupakan kelanjutan dari visi besar PBNU, yaitu Merawat Jagat, Membangun Peradaban.
“Jamiyyah ini didirikan dengan visi untuk membangun peradaban. Artinya, bukan hanya untuk bangsa Indonesia atau kaum mukminin, tetapi juga untuk seluruh umat manusia,” tegas Gus Yahya. Dengan demikian, peringatan ini tidak hanya menjadi momen refleksi bagi Nahdlatul Ulama, tetapi juga sebagai ajakan untuk berkontribusi bagi peradaban global.




