Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, melantik jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta periode 2026-2031 di Grha Pandawa, Balaikota Yogyakarta, Senin (6/4/2026). Dalam pelantikan tersebut, Abdul Samik terpilih sebagai Ketua, didampingi empat wakil ketua lainnya.
Adapun susunan empat wakil ketua BAZNAS Kota Yogya 2026-2031 yaitu Abdul Halim sebagai Wakil Ketua I kemudian Wiwik Tri Wahyuningsih sebagai Wakil Ketua II serta Muhammad Fikron Washly Arifuddin dan Mamba’ul Bahri sebagai Wakil Ketua III dan IV.
Hasto Wardoyo menekankan pentingnya menjaga integritas dan transparansi dalam pengelolaan dana umat. Ia mengusung konsep filosofis Teko Okeh, Metu Okeh, Teko Meneh atau datang banyak, keluar banyak, datang lagi sebagai strategi membangun kepercayaan publik.
“Publikasi terhadap penyaluran (pentasyarufan) zakat secara rutin adalah bagian dari membangun trust. Bukan untuk riya, tapi untuk menunjukkan bahwa BAZNAS hadir menyelesaikan masalah krusial di masyarakat secara cepat,” ujar Hasto.
Pihaknya juga menyoroti kondisi sosial di Kota Yogyakarta, ia meminta BAZNAS proaktif menemukan sasaran yang tepat untuk mengubah kondisi hidup warga dari tidak layak menjadi layak.
“Merawat satu kehidupan sama maknanya dengan merawat semua kehidupan di mata Allah. Saya berharap BAZNAS tidak hanya fokus pada program charity, tapi juga pemberdayaan ekonomi melalui kolaborasi berjamaah,” tambahnya.

Hasto Wardoyo melantik pimpinan Baznas Kota Yogya periode 2026-2031
Hasto juga memperkenalkan teori Self-Limited Poverty, sebuah konsep dimana kemiskinan bisa diatasi jika warga miskin bergerak bersama-sama menguasai pasar dan produksi melalui sistem koperasi, bukan korporasi.
“Harus ada program-program pemberdayaan yang mungkin kita bisa membangun ekonomi yang kerakyatan, bisa bersama-sama masyarakat secara berjamaah, kemudian bisa sejahtera bersama. Ini menjadi suatu hal yang sangat penting kalau kita lihat dari pengalaman membangun ekonomi masyarakat yang tumbuh dengan kebersamaan itu sangat tidak mudah,” pungkasnya.

Pelantikan Pimpinan Baznas Kota Yogya
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Abdul Samik, menyatakan kesiapannya untuk menyelaraskan program BAZNAS dengan RPJMD Kota Yogyakarta. Salah satu agenda utamanya adalah mengevaluasi dan memperbarui sistem digitalisasi zakat yang selama ini dinilai masih tertinggal.
“Kami akan melakukan evaluasi program digital agar lebih efisien dan menguntungkan masyarakat. Kami ingin menekan biaya-biaya tinggi yang tidak seharusnya ada di lembaga sosial,” jelas Abdul Samik.

Penandatanganan berita acara pelantikan
Terkait pengentasan kemiskinan, BAZNAS akan memperkuat program pemberdayaan berbasis jamaah masjid. Menurut Samik, penguatan ekonomi lebih efektif dilakukan melalui jamaah yang sudah solid karena pengawasannya lebih mudah.
“Belajar dari pengalaman, titik lemah bantuan ekonomi adalah pada soliditas jamaahnya. Ke depan, kami akan memperbanyak kerjasama dengan masjid yang jamaahnya sudah solid, seperti yang sudah dicontohkan di Masjid Diponegoro dan Masjid Al Ikhlas Kampung Mrican Taqwa. Kami memberikan dukungan dalam bentuk Qardhul Hasan (pinjaman kebajikan), kemudian pihak masjid yang akan mengelola dan membimbing jamaahnya langsung,” jelasnya.
Samik juga menegaskan bahwa BAZNAS akan lebih mandiri dalam pendanaan program di periode ini. “Kalau dulu banyak menunggu dana dari pusat, periode ini kita coba optimalkan dana dari kita sendiri agar penyaluran bantuan bisa lebih cepat dan dekat dengan masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya Samik.



