Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Pencak silat sebagai warisan budaya bangsa perlu dikelola secara terukur, disosialisasikan secara masif, serta diperkuat kaderisasi dan regenerasinya agar tetap lestari dan berdampak luas bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X saat menerima Paseduluran Angkringan Silat di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (30/1).
Sri Paduka mengapresiasi peran Paseduluran Angkringan Silat yang selama ini konsisten mengembangkan pencak silat sebagai tradisi budaya di DIY. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan budaya pencak silat perlu disusun dalam kerangka acuan kerja yang jelas agar tujuan, output, dan dampaknya bagi masyarakat dapat terukur serta saling menguatkan antara pemerintah dan komunitas.
“Pemerintah dituntut membuat sesuatu yang terukur. Karena itu, kegiatan budaya pencak silat perlu memiliki kerangka acuan kerja yang jelas, sehingga kita bisa mengetahui apa yang ingin dicapai dan dampak literasi budaya yang dihasilkan bagi masyarakat,” ungkap Sri Paduka.
Wagub DIY juga mendorong adanya terobosan program yang dapat diwujudkan tanpa sepenuhnya bergantung pada pembiayaan besar. Penyusunan proposal kegiatan yang komprehensif dinilai penting agar program pelestarian pencak silat dapat berjalan berkelanjutan dan mudah disinergikan dengan berbagai pihak.
Selain itu, Sri Paduka menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam melakukan kaderisasi dan regenerasi. Upaya tersebut dinilai menjadi kunci agar pencak silat tetap hidup dan diminati, khususnya oleh generasi muda. Ke depan, pencak silat juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai bagian dari literasi budaya dan wisata budaya DIY.
Dalam kesempatan tersebut, Paseduluran Angkringan Silat turut melaporkan pelaksanaan Pencak Malioboro Festival (PMF) ke-8 yang diselenggarakan pada 12–14 September 2025. Festival tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan berjalan lancar meskipun menghadapi sejumlah kondisi force majeure.
Koordinator Paseduluran Angkringan Silat, Suryadi, menyampaikan terima kasih atas dukungan Wakil Gubernur DIY dan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sehingga berbagai kegiatan pencak silat dapat terlaksana dengan lancar dan aman. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti arahan Sri Paduka terkait penguatan sosialisasi pencak silat sebagai tradisi budaya.
“Kami berupaya agar masyarakat memahami pencak silat bukan sekadar bela diri atau identik dengan kekerasan, melainkan warisan leluhur yang mengajarkan nilai saling asah, saling asuh, dan saling menghormati. Sosialisasi budaya menjadi kunci agar nilai-nilai tersebut dipahami secara luas,” jelas Suryadi.
Terkait regenerasi, Suryadi menambahkan pihaknya telah menggandeng berbagai pihak untuk mengembangkan pencak silat secara budaya serta melibatkan generasi muda melalui berbagai kegiatan dan festival. Ia berharap generasi muda dapat menjadi penerus yang menjaga nilai-nilai luhur pencak silat.
Sementara itu, Wakil Ketua Koordinator Paseduluran Angkringan Silat, Sugiarto, menyatakan kegiatan yang dilaksanakan diharapkan memberikan manfaat dan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pengenalan pencak silat sejak dini, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya.
Humas Pemda DIY




