Ivar Jenner, salah satu pemain diaspora yang sudah resmi gabung Dewa United. Foto: dok. Dewa United
Jakarta,REDAKSI17.COM – Anggota Komite Eksekutif (Exco) Arya Sinulingga menanggapi munculnya dugaan kedatangan pemain diaspora ke klub lokal demi Piala AFF 2026. Katanya, itu adalah teori konspirasi!
Para pemain diaspora datang ke berbagai klub Indonesia. Mereka adalah Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, Rafael Struick, Jens Raven, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Cyrus Margono, Dion Markx, dan Ivar Jenner.
Dari situ, muncul dugaan pihak tertentu: kedatangan mereka merupakan ‘program’ dari PSSI. Tujuannya agar para pemain diaspora bisa memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, demi ambisi meraih gelar juara untuk pertama kalinya.
Piala AFF 2026 tidak masuk dalam kalender resmi FIFA. Dengan bermain di klub lokal, para pemain diaspora ini praktis tidak akan terhalang izin klub saat dipanggil.
“Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan. Yang membuat isu juga maunya mencerdaskan, karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?” kata Arya kepada wartawan di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).
“Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan duit. Tawar-menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan di bayar situ. Bayar-bayar nggak ada situ urusan PSSI. Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI begitu ya, untuk AFF,” ujarnya menambahkan.
Ia menegaskan bahwa para pemain diberi upah dengan biaya yang tidak sedikit. Untuk hal ini, PSSI menegaskan tidak ikut campur.
Untuk itu, klub juga dinilai PSSI pasti menyesuaikan kebijakan transfer pemain. Perekrutan pemain pasti sesuai kebutuhan klub.
“Jadi mungkin ya pengamatnya itu berada dari luar semesta, alam semesta. Nggak ada, di dunia nggak ada yang seperti itu begitu. Jadi pakai logika sederhana, itu uang antar uang. Yang bayar klub. Kalau klubnya enggak mau bayar, emang PSSI bisa nyuruh klubnya?” ucapnya.
“‘Hei klub, lu bayar ya?’ Ya nggak mau-lah. Klubnya akan bilang, ‘Lho PSSI ngasih apa ke gua?’. Pemainnya bilang, ‘Eh pemain, lu turunin ya harga lu, supaya klubnya ngambil’. Mana mau pemainnya. Kalau enggak cocok harga enggak akan mau, itu sederhana banget,” tuturnya.





