Home / Daerah / Pemda DIY Komitmen Turunkan TPT

Pemda DIY Komitmen Turunkan TPT

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan komitmen Pemda DIY menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di DIY. Upaya TPT bahkan menjadi salah satu indikator kinerja sasaran level di Pemda DIY.

“Tingkat pengangguran terbuka DIY konsisten mengalami perbaikan dari tahun ke tahun, dan selalu lebih rendah dari tingkat nasional. Tahun 2024, TPT DIY berada di angka 3,48%, sementara nasional di angka 4,91%. Sedangkan tahun 2025, DIY berhasil turun sedikit menjadi 3,46%, sementara nasional di angka 4,85%,” ungkap Sri Sultan pada Pra Musrenbang bersama Kemendagri RI via daring dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu (01/04).

Sri Sultan mengatakan, komitmen penurunan TPT ini dilakukan dengan  penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Bentuknya seperti pembentukan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV), serta menandai berbagai subkegiatan yang mendukung penurunan pengangguran terbuka pada aplikasi monitoring dan evaluasi milik Pemda DIY.

“Pada pelaksanaan program tahun 2025, untuk menggambarkan kinerja secara komprehensif, digunakan sembilan indikator pada tiga program kinerja. Ketiga program kinerja tersebut adalah program perencanaan tenaga kerja, program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja, dan program penempatan tenaga kerja,” papar Sri Sultan.

Sri Sultan menjelaskan, berbagai dukungan lintas perangkat daerah juga dilakukan dalam upaya penurunan TPT di DIY. Hal ini dikarenakan Pemda DIY memandang upaya penurunan TPT dipengaruhi oleh berbagai faktor dan harus diselesaikan bersama melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan dukungan berbagai lintas sektor ini, dilakukan berbagai upaya guna menciptakan beragam peluang kerja.

Upaya penumbuhan kewirausahaan contohnya, dilakukan dengan pengembangan SIBAKUL untuk penguatan ekosistem koperasi, UKM, dan wirausaha baru. Pembinaan talenta dan pelaku usaha ekonomi kreatif dilakukan dengan mengembangkan inkubasi bisnis. Selain itu, pengembangan berbagai event dan daya tarik pariwisata pun dilakukan untuk membuka kesempatan pekerjaan dan kermitraan dengan industry pariwisata.

“Kami juga menjamin kemudahan berusaha dengan memberikan pendampingan perizinan berusaha, serta meakukan pengembangan lapangan pekerjaan berbasis potensi lokal, seperti pengembangan desa maritim, lumbung mataraman, petani milenial, hingga desa niaga,” imbuh Sri Sultan.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *