Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor pendidikan, dengan mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal ini disampaikan dalam seminar penguatan produktivitas dan SDM yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Microsoft Indonesia, dan Great Nusa (GRPNUSA) BINUS, di Dinas Pendidikan, Gunungkidul, Kamis (26/02/26)
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menekankan bahwa penerapan AI telah menjadi “semangat zaman” yang tidak boleh diabaikan oleh para pendidik. Pada era dimana teknologi berkembang dengan kecepatan luar biasa, AI bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan alat nyata yang sudah hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas di berbagai sektor, terutama pendidikan. Beliau berpesan agar para guru terus meningkatkan kemampuannya agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi yang mungkin lebih cepat dikuasai oleh peserta didik.
Endah mengimbau para tenaga pendidik untuk tidak merasa khawatir atau takut terhadap kehadiran AI. Meskipun AI adalah alat yang canggih, tujuan utamanya tetaplah untuk membangun jiwa, karakter, dan derajat kemanusiaan anak-anak didik di Gunungkidul. Teknologi ini hadir bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai bagian dari pembangunan teknik dan keahlian untuk mewujudkan bangsa yang berdikari secara intelektual.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan Microsoft melalui program “Elevate”. Nita Feria dari Great Nusa/Binus menjelaskan bahwa AI difokuskan untuk meningkatkan produktivitas guru dalam menjalankan tugasnya. Beberapa manfaat nyata yang dapat diambil oleh guru antara lain:
• Pengembangan Materi Ajar: AI dapat digunakan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang jauh lebih menarik dan kreatif.
• Aktivitas Pembelajaran yang Variatif: Guru dapat memanfaatkan AI untuk merancang kegiatan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga melibatkan aspek motorik dan sensorik.
“Dengan bantuan teknologi, guru dapat menciptakan acara atau metode pembelajaran yang meningkatkan semangat dan ketertarikan peserta didik serta orang tua”, ungkap Nita.
Bupati Gunungkidul menyatakan bahwa guru adalah garda terdepan dalam mencetak generasi emas. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru dalam menguasai AI menjadi prioritas agar masa depan bangsa yang diserahkan kepada anak-anak didik dapat terjamin melalui pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Keahlian teknologi memang perlu, tetapi harus tetap dilandaskan pada jiwa yang besar untuk membangun karakter anak didik kita,” pungkas Bupati.


