Bantu,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan IV Tahun Anggaran 2025, Kamis (12/02/2026) di Mandhala Saba Madya Gedung Induk sebagai bagian dari upaya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pembangunan sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memastikan keselarasan antara dokumen perencanaan dan implementasi program di setiap perangkat daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, menyampaikan bahwa dalam rangka melaksanakan fungsi pengendalian pembangunan, diperlukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan daerah selama satu tahun anggaran.
“Evaluasi ini mencakup identifikasi capaian indikator kinerja serta perumusan langkah tindak lanjut guna memastikan keselarasan antara dokumen perencanaan dan hasil pelaksanaan program setiap kegiatan pembangunan daerah,” jelas Ari.
Lebih lanjut disampaikan, pada rakor tersebut turut dipaparkan analisis existing hasil pengendalian Kabupaten Bantul Tahun Anggaran 2025 oleh narasumber Prof. Amirullah Setyadi, akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM). Paparan tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif akademik dan penguatan metodologi dalam sistem pengendalian pembangunan daerah.
Adapun keluaran yang ditargetkan dari pengendalian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 antara lain memperoleh arahan dan petunjuk dari pimpinan pengambil kebijakan, menjadi media konsultasi dan kolaborasi antar perangkat daerah, serta sebagai salah satu instrumen monitoring dan evaluasi (monev). Selain itu, rakor ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesamaan persepsi perangkat daerah terhadap mekanisme pengendalian pembangunan, sekaligus mengidentifikasi kondisi dan tatanan existing pengendalian pembangunan di Kabupaten Bantul.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya menyoroti pentingnya melihat capaian kinerja daerah yang dinilai oleh kementerian maupun lembaga pemeringkat lainnya.
“Secara umum, Pemerintah Kabupaten Bantul dinilai sudah memiliki track dan budaya kerja yang baik. Namun kita tidak boleh berpuas diri,” tegas Halim.
Ia menambahkan bahwa ke depan, prioritas pembangunan akan difokuskan pada pengurangan tingkat kemiskinan, penurunan indeks gini, pengentasan angka stunting, pengelolaan sampah, serta peningkatan kualitas infrastruktur. Menurutnya, dibutuhkan penajaman metode dan perubahan paradigma strategi agar prioritas pembangunan benar-benar menghasilkan perubahan nyata di masyarakat.
“Kita perlu menajamkan metode agar perubahan itu benar-benar terjadi. Kita coba ubah paradigma strategi pilihan teknik yang memungkinkan prioritas pembangunan tercapai,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan pesan dari Ngarsa Dalem agar Pemerintah Kabupaten Bantul terus melakukan terobosan-terobosan kreatif dalam meningkatkan pendapatan daerah.
Melalui Rakor Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 ini, Pemkab Bantul menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pengendalian, meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program, serta memastikan pembangunan berjalan efektif, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.



