Home / Daerah / Pemkab Gunungkidul Upayakan Anggaran Guna Atasi Masalah Air Bersih di Sungai Baron

Pemkab Gunungkidul Upayakan Anggaran Guna Atasi Masalah Air Bersih di Sungai Baron

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah memprioritaskan optimalisasi sumber air sungai bawah tanah di Baron yang melayani beberapa kapanewon, yakni Tanjungsari, Paliyan, dan Saptosari.

Lokasi ini merupakan muara dari seluruh sungai bawah tanah di Kabupaten Gunungkidul dengan potensi debit yang sangat besar mencapai 2.000 liter per detik, meskipun saat ini pemanfaatannya baru mencapai 57 liter per detik. Meskipun memiliki debit air yang melimpah, kendala utama muncul pada musim penghujan, hal tersebut disampaikan oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih seusai melakukan peninjauan bersama jajaran PDAM di Intake Baron milik PDAM Tirta Handayani, Senin, (6/4/2026).

“Sebagai titik muara, sumber air tersebut seringkali menjadi keruh sehingga PDAM terpaksa menghentikan distribusi air untuk sementara waktu.” kata Bupati.

Kondisi ini jugalah yang menyebabkan air laut di kawasan Baron sering terlihat berwarna cokelat saat musim hujan akibat aliran sungai bawah tanah yang membawa sedimen. Untuk mengatasi tantangan teknis tersebut, pemerintah daerah telah mengusulkan anggaran sebesar Rp125 miliar melalui skema pinjaman (loan) dari Jerman.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dilengkapi dengan teknologi penyaringan modern, sehingga air tetap dapat diolah menjadi air bersih meskipun dalam kondisi keruh.

“Usulan ini telah masuk dalam daftar blue book di kementerian terkait dan diharapkan segera meningkat statusnya menjadi green book.” kata Bupati penuh harap.

Langkah ini dipandang sangat krusial, terutama untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata di wilayah selatan.

Pemerintah berharap melalui bantuan pemerintah pusat, instalasi pengolahan ini dapat segera terealisasi sehingga para pelaku pariwisata tidak lagi mengalami krisis air bersih di kawasan pesisir pantai. Peninjauan lapangan pun telah dilakukan oleh Bupati bersama jajaran Dinas PU dan PDAM guna memastikan percepatan program normalisasi air bersih ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *