Danurejan,REDAKSI17.COM-Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hunian warga melalui program bedah rumah. Tak tanggung-tanggung, pada Minggu (15/2/2026), Hasto langsung merenovasi tiga rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus di wilayah Yogyakarta.
Dua rumah yang direnovasi berada di Kampung Tukangan, Kemantren Danurejan. Masing-masing merupakan milik Rachmat Indrawanto dan Hery Cahyadi. Sementara satu rumah lainnya berada di Kampung Miliran, Kemantren Umbulharjo.
Ketiga rumah tersebut sebelumnya masuk dalam kategori tidak layak huni, baik dari sisi struktur bangunan, sanitasi, maupun keamanan.
Program bedah rumah kali ini menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari dua perusahaan swasta, yakni Rumah Zakat dan Pamela Syawalan.
Melalui skema tersebut, masing-masing rumah mendapatkan bantuan biaya renovasi sebesar Rp20 juta. Dana ini digunakan untuk memperbaiki bagian-bagian penting rumah seperti atap, dinding, lantai, hingga fasilitas sanitasi dasar.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait hunian yang layak dan sehat.

“Rumah adalah kebutuhan pokok. Kalau rumahnya tidak layak, tentu akan berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup penghuninya. Karena itu, Pemkot Yogyakarta terus berupaya membantu warga yang rumahnya masuk kategori tidak layak huni,” ujar Hasto.
Ia menegaskan, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak swasta dan lembaga sosial. Menurutnya, keterlibatan sektor non-pemerintah sangat penting untuk mempercepat penanganan persoalan perumahan di Kota Yogyakarta.
“Kami akan terus menggandeng perusahaan-perusahaan swasta dan komunitas untuk bersama-sama membantu merenovasi rumah warga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi,” katanya.
Lebih lanjut, Hasto juga mengungkapkan targetnya pada tahun 2026. Ia menargetkan sedikitnya 200 rumah tidak layak huni di wilayah Kota Yogyakarta dapat direnovasi sepanjang tahun ini melalui program bedah rumah.
“Target kami tahun ini sekitar 200 rumah bisa direnovasi. Ini tentu akan kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran dan dukungan dari mitra-mitra CSR,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan Rachmat Indrawanto, menyambut program ini dengan penuh rasa syukur. Ia mengaku sangat terbantu karena kondisi rumahnya sebelumnya sudah mengalami kerusakan cukup parah.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada Pak Wali Kota dan semua pihak yang membantu. Rumah saya sebelumnya bocor kalau hujan, sekarang bisa diperbaiki dan lebih layak untuk ditinggali,” ujar Rachmat.


