Pakualaman,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Safari Subuh di Masjid Budi Prayogo, Minggu (1/3/2026). Kegiatan yang dipimpin oleh Hasto Wardoyo ini diisi dengan silaturahmi, sosialisasi program, serta penyaluran bantuan bagi masjid.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot menyalurkan bantuan Rp10 juta dari APBD. Dukungan juga diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Rp2 juta, Bank Jogja Rp1 juta, dan PT Jogjatama Vishesha Rp1 juta. Perpustakaan Kota Yogyakarta turut menyerahkan sejumlah buku bacaan.

Ketua Takmir Masjid Budi Prayogo, Muhsonef, menjelaskan masjid yang berdiri pada 10 Maret 2024 itu terus berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.

“Alhamdulillah, masjid ini sudah aktif untuk berbagai kegiatan. Di lantai dua ada perpustakaan yang sudah berjalan dan dimanfaatkan jamaah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan pendidikan Al-Qur’an untuk anak-anak rutin digelar setiap Senin hingga Rabu.

“Kami ingin generasi muda di sini menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, paham Al-Qur’an dan berakhlak baik,” katanya.

Selain itu, takmir juga mengadakan santunan serta pembinaan mualaf. Muhsonef mengakui masih ada sejumlah kekurangan fasilitas.

“Kami masih punya PR, seperti perbaikan atap yang bocor dan keterbatasan lahan parkir. Mohon doa agar bisa segera dibenahi,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo mengajak warga memaknai Ramadan dengan meningkatkan kepedulian sosial.

“Ramadan jangan hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan haus, tapi bagaimana kita memastikan tetangga kita tidak ada yang kelaparan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan memperkuat gotong royong.

“Kalau ada rumah tidak layak huni, mari kita bantu bersama. Di Pakualaman masih ada sekitar 60 RTLH. Februari sampai Maret ini, ada 10 rumah yang kita perbaiki bersama program TNI Manunggal Membangun Desa,” jelasnya.

Terkait kebutuhan pokok, Hasto memastikan stok pangan di Kota Yogyakarta aman hingga Idulfitri.

“Stok bahan pokok aman. Jangan panic buying. Kalau menimbun, justru bisa memicu inflasi dan merugikan kita semua,” ujarnya.

Safari Subuh ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Yogyakarta memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus mendorong masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan sosial.