Sleman,REDAKSI17.COM – Di tengah berbagai tantangan pembangunan, Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan pembangunan kota. Keterbatasan anggaran infrastruktur pada tahun 2026 serta kebutuhan sinkronisasi kebijakan antarwilayah menjadi fokus pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa kondisi fiskal daerah sedang mengalami tekanan signifikan.
“Anggarannya hampir seperti kondisi saat Covid-19, pemotongannya sangat tinggi. Karena itu, peran swasta menjadi sangat penting agar pembangunan di Jogja tetap berjalan,” ujarnya dalam acara MANTRA Expo yang diselenggarakan pada Kamis (11/12) di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Wawan juga menyoroti pentingnya keselarasan pembangunan kota dengan aturan tata ruang dan ketentuan kawasan Sumbu Filosofi yang telah ditetapkan UNESCO.

“Kriteria bangunan di Kota Jogja itu ada ketentuannya. Kita harus menjaga kawasan sumbu filosofi, dan perlu pendampingan dari IAI dan REI,” tuturnya.
Ia juga mendorong kontribusi para profesional dalam program penataan wilayah, termasuk revitalisasi sungai-sungai kota.
“Sungai Code harus kita hidupkan kembali sebagai destinasi. Penataan ini butuh kolaborasi para arsitek dan berbagai pihak,” tambahnya.
Sementara Founder MANTRA Expo, Henky Sampatti Huang, menegaskan bahwa pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk.
“Kami ingin menghadirkan wadah yang tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan pertukaran ide untuk mendukung pengembangan industri konstruksi di Indonesia,” ungkapnya.
Melalui MANTRA Expo 2025, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai material bangunan, teknologi konstruksi, layanan arsitektur, desain interior, dan solusi pembangunan hunian. Selain itu, pameran ini menyediakan ruang jejaring bagi pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan akses langsung terhadap layanan sektor konstruksi.
Pemerintah Kota Yogyakarta menyambut baik penyelenggaraan MANTRA Expo sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan dunia usaha. Expo ini diharapkan menjadi momentum penguatan ekosistem industri konstruksi yang inovatif, adaptif, dan tetap selaras dengan karakter Kota Yogyakarta.


