Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta melaksanakan uji coba Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) berupa pembatasan kendaraan besar, khususnya truk dan bus pariwisata, yang memasuki kawasan Tugu Yogyakarta.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan lalu lintas di kawasan Tugu, yang merupakan kawasan Sumbu Filosofi. Hal ini juga merupakan langkah awal untuk menata kembali arus kendaraan di sekitar Tugu, yang kerap padat karena meningkatnya volume kendaraan wisata.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa pembatasan kendaraan besar merupakan bagian dari upaya mengurangi beban lalu lintas pada kawasan strategis di Sumbu Filosofi Kota Yogyakarta, termasuk Tugu dan Titik Nol Kilometer.

“Saya akan mengurangi beban tekanan terhadap wilayah-wilayah strategis di Sumbu Filosofi, contoh di Tugu. Bus yang tidak menginap atau tidak menuju hotel hanya akan membawa penumpang ke Malioboro, itu dari arah timur sudah tidak saya perkenankan lewat Tugu. Saya minta lewat Kridosono, parkir di Menara Kopi,” tegas Hasto belum lama ini.

Sementara itu pada kesempatan lain Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta, Hary Purwanto, menegaskan bahwa uji coba MRLL ini merupakan bagian dari upaya menciptakan kawasan Tugu yang lebih ramah bagi wisatawan dan pejalan kaki.

“Uji coba sudah dimulai sejak akhir Oktober kemarin, evaluasi segera kami lakukan dan kaji ulang, termasuk berkaitan dengan manajemen lalu lintas di Jembatan Kleringan karena akan adanya perbaikan Jembatan Kewek,” terangnya pada Senin (8/12/2025).

Begitu juga soal manajemen rekayasa lalu lintas menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk akses di kawasan Malioboro, lanjut Hary.

“Kami harap tata kelola lalu lintas di kawasan Sumbu Filosofi semakin baik, sehingga mendukung visi Kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang tertib, aman, nyaman, dan berkelanjutan.