KOTAGEDE,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi kegiatan manaqib kubro VII, istighotsah, temu mursyid dan pengajian akbar yang diadakan Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) DIY di Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri Kotagede. Kegiatan itu dapat menjadi sarana memperkuat spiritual dan memperkokoh tali persaudaraan JATMAN. Diharapkan acara itu juga akan menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik di Kota Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan atas nama Pemkot Yogyakarta mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan rangkaian acara manaqib mubro VII, istighotsah, temu mursyid dan pengajian akbar JATMAN. Pihaknya juga mengapresiasi panitia dan seluruh pengurus JATMAN yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini akan menjadi suatu sarana penguat secara spiritual dan memperkokoh tali persaudaraan kita. Juga tentu memperteguh akidah serta memperdalam akhlak dalam kehidupan,” kata Hasto saat memberikan sambutan manaqib kubro VII JATMAN DIY di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede, Minggu (21/12/2025).
Menurutnya tradisi thoriqoh luar biasa karena memperkuat secara spiritual dan menjadi bagian yang sangat penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Sedangkan kemampuan dan kualitas SDM tidak hanya dari kemampuan ilmu, skill, tetapi juga karakter.
Meski demikian, kini masalah tidak hanya fisik seperti stunting dan tinggi badan kurang. Tapi juga terkait kesehatan mental. Hasto meyakini jiwa-jiwa yang diisi dengan nilai-nilai ilahiyah seperti thoriqoh, maka tidak akan ada permasalahan terkait kesehatan mental.

“Mungkin dengan thoriqoh ini menjadi bagian untuk kita refleksi diri dan mendekatkan kepada Allah. Kegiatan ini akan menciptakan sumber daya manusia di Kota Yogyakarta lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Panitia manaqib Kubro VII JATMAN DIY Kyai Haji Ahmad Zabidi menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Yogyakarta dan Pemkot Yogyakarta yang membantu penyelenggaraan kegiatan manaqib kubro VII JATMAN DIY di Kota Yogyakarta. Kegiatan itu mengambil tema memasyarakatkan thoriqoh dan menthoriqohkan masyarakat.
Sedangkan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah Putri Kotagede, Kyai Haji Munir Syafa’at menambahkan manaqib kubro ini mengundang semua elemen masyarakat DIY agar semua bisa mengenal thoriqoh. Hal itu sejalan dengan tema dan tujuan acara yaitu memasyarakatkan thoriqoh dan menthoriqohkan masyarakat.
“Tujuan pokok thoriqoh agar hati kita tentram dan ayem. Ketenteraman berzikir bersifat permanen. Tujuan thoriqoh juga agar saat sowan Allah kita dalam keadaan hati yang selamat dari penyakit hati,” ucap KH Munir.


