UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melepas 506 atlet yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARDA) DIY tahun 2026. Kontingen Kota Yogyakarta menargetkan bisa mempertahankan juara umum dalam ajang POPDA dan PEPARDA DIY tahun 2026. Para atlet diharapkan dapat meraih prestasi dan bertanding dengan sportif, jujur dan berintegritas.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori mengatakan POPDA DIY tahun 2026 akan dilaksanakan pada 30 Maret-5 April. Kota Yogyakarta total mengirimkan 546 kontingen terdiri 471 atlet, 75 pelatih dan ofisial dalam POPDA DIY 2026. Ada 33 cabang olahraga yang diikuti Kota Yogyakarta dalam POPDA DIY 2026. Semua atlet yang ikut sudah diseleksi oleh masing-masing cabang olahraga.
“Semua akan berjuang untuk membanggakan adik-adik sendiri, membanggakan orang tua, menjadi kebanggaan sekolah dan menjadi kebanggaan daerah,” kata Budi saat pelepasan atlet POPDA dan PEPARDA DIY 2026 di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (27/3/2026).
Sedangkan PEPARDA DIY tahun 2026 akan dilaksanakan tanggal 29-30 April. Budi menyebut total ada 35 atlet yang dikirimkan dalam PEPARDA DIY 2026. Disdikpora Kota Yogyakarta sudah bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Luar Biasa Kota Yogyakarta dan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Yogyakarta untuk seleksi atlet yang akan mewakili Kota Yogyakarta di PEPARDA DIY tahun 2026.
“Kita akan mengikuti semua cabang olahraga yang dipertandingkan dalam PEPARDA DIY yaitu atletik, tenis meja, bulu tangkis, boccia dan renang,” ujarnya.
Budi menyatakan Kontingen Kota Yogyakarta menjadi juara umum POPDA DIY dan PEPARDA DIY tahun 2025. Pihaknya menegaskan komitmen dan kesanggupan para atlet untuk mempertahankan juara umum POPDA dan PEPARDA DIY pada tahun ini. Pemkot Yogyakarta melalui Disdikpora Kota Yogyakarta menyiapkan bonus sebagai bentuk apresiasi bagi para atlet yang meraih juara POPDA dan PEPARDA.
“Ini menjadi penyemangat bagi kita semua. Pokoknya kita semangat. Kita semangat untuk bertanding dengan prestasi secara optimal. Soal juara, itu adalah dampak ketika Adik-adik nanti bertanding secara optimal untuk mencapai prestasi yang bagus,” papar Budi.
Dia mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan ofisial yang sudah mendampingi para atlet dengan kesabaran dan ketelatenan. Menurutnya olahraga merupakan cerminan dari watak suatu bangsa, watak suatu orang. Selain itu olahraga menciptakan karakter yang bagus dan memberikan manfaat bagi atlet sendiri. “Sehingga raihlah prestasi yang paling baik dengan cara-cara yang baik. Dengan cara-cara yang sportif dengan integritas dan kejujuran,” tambahnya.
Salah satu atlet Kota Yogyakarta yang akan bertanding di POPDA DIY tahun 2026, Tasya Sahira Anggreani telah mempersiapkan diri dengan meningkatkan intensitas berlatih. Siswa Kelas Khusus Olahraga SMPN 13 Yogyakarta akan mengikuti cabang olahraga renang nomor 200 meter dan 400 meter. Pada POPDA DIY tahun 2025 dia meraih dua medali emas. “Latihannya lebih ditingkatkan. Jadi sembilan kali dalam waktu satu minggu. Biasanya cuma tujuh sampai delapan kali. Makannya dijaga, terus pola tidurnya lebih cepat,” ucap Tasya.
Hal senada juga disampaikan Kevin Keiko Saverio anak berkebutuhan khusus yang akan mewakili Kota Yogyakarta pada cabang olahraga Boccia di PEPARDA DIY tahun 2026. Boccia yang merupakan olahraga ketepatan melempar bola didesain untuk penyandang disabilitas celebral palsy. Kevin juga pernah meraih juara pada PEPARDA 2025. “Latihannya ditingkatkan. Seminggu tiga kali. Paling susah (di) tekniknya cara lempar main (bolanya),” imbuh Kevin.


