
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Warga Kelurahan Giri Sekar, khususnya di Dusun Jeruken dan Pijenen, kini dapat bernapas lega setelah aliran air bersih dari PDAM resmi mengalir ke wilayah mereka. Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang selama 25 tahun sejak pipa air pertama kali dipasang namun tidak pernah mengalirkan air.
Dukuh Jeruken, Narsih, mewakili warga mengungkapkan rasa bahagianya atas masuknya jaringan air bersih ini. Berdasarkan data kewilayahan, terdapat sekitar 140 rumah di wilayah Padukuhan Pijenen dan Jeruken, namun saat ini baru tersedia 30 titik Sambungan Rumah (SR).
“Kita tentu berharap agar PDAM dan pemerintah daerah dapat terus menambah jaringan pipa agar seluruh rumah di lingkungan tersebut dapat terlayani secara merata.” ujarnya penuh harap.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran aliran air ini yang merupakan hasil kerja sama antara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Direktur PDAM, serta Dewan Pengawas.
“Meskipun uji coba pengaliran sudah dilakukan sejak bulan Ramadan, dipastikan bahwa mulai hari ini air telah mengalir secara sempurna untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga.” kata Bupati Endah seusai melakukan seremonial dengan membuka kran air, Senin, (6/4/2026).
Dengan mengalirnya air ini, warga diharapkan tidak lagi perlu membeli air tangki saat musim kemarau tiba.
Menanggapi keterbatasan sambungan, Bupati menjelaskan bahwa belum semua warga memasang SR karena pertimbangan biaya. Namun, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk rencana subsidi pemasangan pipa bagi warga kurang mampu melalui dana penyertaan modal yang disetujui DPRD.
“Kepala Dinas PU menyampaikan bahwa pada tahun 2027 akan ada paket bantuan untuk 40 SR tambahan khusus bagi wilayah Jeruken dan Pijenen.” kata Bupati.
Setelah keberhasilan di Giri Sekar, Pemerintah Kabupaten kini membidik wilayah Purwosari sebagai target pengembangan jaringan selanjutnya, sesuai aspirasi yang diserap selama kegiatan safari Ramadan. Tim teknis berencana segera menuju wilayah Baron untuk menghitung kapasitas debit air dan merancang anggaran biaya yang diperlukan guna memastikan sumber air terdekat dapat dioptimalkan bagi masyarakat.


