Home / Politik / Pengamat: Efek Jokowi di PSI Tidak Signifikan

Pengamat: Efek Jokowi di PSI Tidak Signifikan

Jakarta,REDAKSI17.COM – Efek Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut tak lagi memberikan keuntungan elektoral signifikan.

Apalagi, PSI kini berambisi untuk merebut basis PDIP di Jawa Tengah dan Bali.

Langkah ini, dinilai pengamat sebagai langkah berisiko besar.

Partai yang dipimpin putra Jokowi, Kaesang Pangarep disebut berpeluang gagal melawan dominasi PDIP jelang Pemilu 2029.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai posisi PSI justru kian rapuh meski terus mengaitkan diri dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Menurutnya, dukungan Jokowi tidak lagi menjadi faktor penentu kemenangan politik, apalagi saat ini Jokowi tengah dirundung sejumlah polemik.

“PSI ini baru 2026 sudah bicara Pemilu 2029. Target realistis mereka sebenarnya hanya berjuang lolos ambang batas parlemen 4 persen. Bahkan menembus 3 persen saja masih sangat sulit. Prediksi saya PSI tetap terkapar di Jateng dan Bali,” ujar Jerry, kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Senada, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai kehadiran Jokowi di sekitar PSI tidak lagi memberikan keuntungan elektoral signifikan.

Menurutnya, puncak potensi elektoral PSI sejatinya sudah terjadi pada Pemilu 2024, saat Jokowi masih menjabat Presiden.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menilai PSI keliru dalam mengidentifikasi lawan politik utamanya.

Menurut Ray, pesaing terbesar PSI bukanlah PDIP, melainkan Partai Gerindra.

“Basis pemilih Jokowi sebelumnya banyak berkumpul di Gerindra. Jadi persaingan PSI itu sebenarnya dengan partai-partai dalam lingkaran koalisi Prabowo, khususnya Gerindra. Ini persaingan di dalam, bukan keluar,” ujar Ray.

Ia menegaskan pengaruh mantan presiden terhadap elektabilitas partai terbukti tidak lagi signifikan.

“Mantan presiden terbukti tidak punya efek elektoral besar untuk mendongkrak suara partai,” katanya.

Ray menambahkan, pernyataan Kaesang soal Jawa Tengah sebagai “kendang gajah” lebih tepat dibaca sebagai upaya memompa semangat kader.

Namun secara realistis, peluang PSI untuk lolos ke parlemen pada Pemilu 2029 dinilai sangat berat.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menyebut Jawa Tengah merupakan “kandang gajah” dan menargetkan 17 kursi DPRD Provinsi pada Pemilu 2029.

PSI saat ini memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah, dengan capaian signifikan di Kota Solo yang berhasil menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD dan Wakil Wali Kota.

Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah.

“PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” ujar Kaesang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *