Home / Politik / Pengamat: Prabowo Harus Reshuffle Menteri

Pengamat: Prabowo Harus Reshuffle Menteri

PRABOWO PIMPIN RATAS – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai penanganan dan pemulihan bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat di di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh yang berlokasi di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu, 7 Desember 2025. Foto: BPMI Setpres. 

Jakarta,REDAKSI17.COM – Sudah saatnya Presiden Prabowo Subianto merombak kabinetnya atau reshuffle. Hal itu merupakan pendapat pengamat politik Ikrar Nusa Bakti.

Penilaian Ikrar didasari pada ramainya kritik masyarakat terhadap sejumlah menteri pembantu Prabowo dalam menangani bencana Sumatra.

Hal senada disampaikan pengamat politik Rocky gerung. Menggunakan istilah radical break, Rocky meminta Prabowo segera membuat langkah tegas dalam mengevaluasi pemerintahannya.

Sebab, jika tidak, Rocky meramal akan terjadi kerusuhan.

Saatnya Reshuffle

Ikrar Nusa Bhakti menyebut Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia adalah dua di antaranya yang harus masuk dafter pergantian.

Menurut Ikrar, Zulkifli Hasan menjadi memteri yang paling disorot masyarakat karena ulahnya yang dinilai pencitraan.

Kemunculan Zulhas, sapaan karib Ketua Umum PAN itu, saat datang mengunjungi korban bencana Sumatra sambil memanggul beras viral di media sosial.

Masyarakat ramai menyebut Zulhas pencitraan di tengah penderitaan masyarakat.

“Saya beri contoh ya, Zulhas lah ya. ini juga sebetulnya dia adalah seorang politikus yang harusnya ya cukup lama pengalaman politiknya ya. Tapi coba Anda perhatikan, dia malah berupaya untuk apa istilahnya itu menarik simpati dengan pencitraan dengan angkat beras di punggung gitu kan. Harusnya enggak seperti itu loh,” kata Ikrar saat bicara di podcast Abraham Samad Speak Up, channel Youtube @abrahamsamadspeakup, tayang perdana, Kamis (1/1/2026).

Hingga hari ini, Senin (5/1/2026), video podcast tersebut sudah ditonton 65 ribu kali.

Terlebih, menurut Ikrar, rekam jejak Zulhas yang pernah menjabat Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yidhoyono, tak bisa membuatnya lepas dari imej yang buruk terhadap hutan.

“Dan biar bagaimanapun ya orang Aceh atau orang yang terkait dengan hutan tidak akan lupa bahwa dia juga adalah seorang perusak hutan juga di masa lalu. Enggak akan hilang itu,” jelasnya.

Ikrar juga menyebut nama Bahlil. Menurutnya, pernyataan Bahlil yang berbohong ke Presiden Prabowo Subianto soal pemulihan listrik di Aceh perlu mendapat evaluasi serius.

Seperti diketahui, saat mendampingi Prabowo, Bahlil dengan lantang menyebut bahwa listrik di Aceh 97 persen sudah menyala normal mulai Minggu (7/12/2025).

Namun kenyataannya, saat itu, masih banyak daerah yang belum terang, atau belum teraliri listrik.

“Atau kemudian Anda lihat si Bahlilah itu, berbusa-busa keluar dari mulutnya bahwa ini nanti dalam berapa hari listrik akan nyala. Dia katakan misalnya 93 persen, sekian persen dan sebagainya dan sebagainya. Dan sebagian besar dari listrik yang dibangun oleh Bahlil itu pakai apa? Genset. Genset menggunakan apa? Bahan bakar minyak. Ya, Anda lihat berapa hari yang lalu ya foto bagaimana yang namanya sepeda motor-sepeda motor ya rakyat Aceh itu panjangnya sampai berkilometer-kilometer hanya untuk mendapatkan apa, bisa membeli BBM satu liter per motor.”

“Anda bis bayangkan bagaimana kemudian kita bisa mengatakan BBM ini bisa dipakai untuk genset. Oke, ini kan menjadi bahan ketawaan orang ya.”

“Dan Anda bisa lihat aja ya yang katanya Bahlil bilang, ‘Oh, nanti hari ini nyala sini.’ Enggak tahunya dia juga mengakui bahwa sekian kabupaten belum menyala ya. Dan ini juga ditunjukkan oleh baik itu Kompas TV, Metro TV, bagaimana kemudian wilayah-wilayah itu masih gelap. Jadi begitulah, Bung.”

“Ya, kalau buat saya gini, kenapa enggak diganti secepatnya aja sih? Cari orang yang lebih pandai daripada Balil gitu kan,” kata Ikrar.

Bagi Ikrar yang juga peneliti senior di Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN) itu, menteri yang sudah ramai dikritik masyarakat harus diganti.

“Paling tidak ya beberapa orang yang memang sudah masuk dalam kategori banyak dibicarakan orang sebaiknya diganti,” jelasnya.

Ramal Kerusuhan

Sementara itu, Rocky Gerung kembali mengutarakan ramalannya. Kali ini, ia menyebut akan terjadi social unrest atau kerusuhan pada Februari 2026.

Namun, kerusuhan yang berakar dari kemarahan publik itu bisa dicegah oleh Presiden Prabowo Subianto dengan radical break.

Radical break adalah istilah yang kerap diucapkan Rocky untuk menggambarkan perubahan besar.

Sebelumnya, Rocky meramal akan terjadi radical break, dalam hal ini, reshuffle atau perombakan kabinet setelah 17 Agustus 2025. Saat itu ia mengungkap ramalannya di acara Rakyat Bersuara, INews, pada awal Agustus 2025.

Prediksi mantan dosen filsafat di Universitas Indonesia itupun terbukti.

Presiden Prabowo merombak kabinetnya pada awal dan pertengahan September 2025.

Kendati ramalannya terwujud, Rocky merasa perombakan yang dilakukan Prabowo tidak sampai pada level radical break.

Sebab, makna radical break bagi Rocky adalah Prabowo mengganti seluruh menteri yang masih terafiliasi dengan rezim Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Kini, Rocky menilai Prabowo harus benar-benar melakukan radical break.

Sebab, pemerintahan Prabowo sudah memasuki tahun kedua, dan masyarakat masih banyak yang tidak puas.

Rocky meminta Prabowo harus menunjukkan sikap untuk membuat Indonesia menuju arah lebih baik.

“Kita evaluasi bahwa satu tahun pemberitaan Presiden Prabowo itu juga banyak kritik, dan kita menginginkan ada semacam  sesuatu langkah otentik dari Presiden. Karena tetap orang menganggap Presiden masih terkait dengan janji atau transaksi di masa lalu.”

“Jadi ini akhir tahun akhir juga semacam keraguan dari Presiden untuk menghasilkan Indonesia yang otentik. Indonesia yang tahun depan harusnya mulai bisa dibaca arah Presiden Prabowo empat tahun ke depan. Karena dua tahun lagi itu artinya sudah masuk tahun politik,” kata Rocky saat bicara di channel Youtubenya, @RockyGerungOfficial_2024, tayang perdana, Rabu (31/12/2025).

Perubahan yang diharapkan Rocky haruslah mendasar. Jika Prabowo gagal menunjukkan perubahan yang menyejahterakan rakyat, maka hal itu akan menjadi alasan terjadi kerusuhan.

Tenggatnya tidak panjang, Rocky meramal kerusuhan akan terjadi pada Februari 2026.

“Kalau itu gagal, maka hitungan saya Februari akan terjadi lagi social unrest dan itu artinya akan ada crossfire antara frustrasi di kalangan elit dan piring kosong masyarakat sipil atau piring kosong emak-emak terutama. Jadi kesulitan ekonomi akan mendikte perubahan politik.”

“Demikian juga keresahan-keresahan yang diakibatkan oleh ketiadaan harapan bahwa oligarki akan dikendalikan itu akan menghasilkan protes dari kalangan netizen,” jelas Rocky.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *