UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta masa bakti 2025-2030 dilantik oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY GKR Hayu pada Rabu (11/2/2026). Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo selaku Ketua Mabicab Pramuka Kota Yogyakarta juga melantik Pengurus Kwartir Cabang  (kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta masa bakti 2025-2030. Para pengurus Mabicab dan Kwarcab Gerakan Pramuka di Kota Yogyakarta diharapkan bisa mewujudkan Pramuka Yogyakarta yang berkarakter serta menjadi pusat keunggulan dan teladan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengucapkan selamat kepada semua pengurus Mabicab dan Kwarcab yang dilantik dan mendapat amanah dalam Gerakan Pramuka di Kota Yogyakarta. Hasto menegaskan visi dari Gerakan Pramuka DIY adalah mewujudkan Gerakan Pramuka yang mandiri, unggul, berbudaya, inovatif, dijiwai nilai-nilai keistimewaan. Pramuka Yogyakarta diharapkan juga selalu berwawasan global serta berlandaskan kearifan lokal dan Pramuka yang aktif berkontribusi sebagai anggota masyarakat.

Pelantikan pengurus Mabicab Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY GKR Hayu.

“Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menempatkan dan memposisikan kegiatan kepramukaan sebagai Center of Excellence, Center of Referral untuk di Kota Yogyakarta. Kita berharap di Kota Yogyakarta Pramuka menjadi contoh bagaimana gerakan Pramuka bisa menjadi best practice untuk gerakan-gerakan Pramuka baik di DIY maupun di Indonesia,” kata Hasto saat pelantikan Mabicab dan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta di Balai  Kota Yogyakarta.
Hasto menyatakan gerakan Pramuka sebagai wadah utama untuk membentuk kader pemimpin bangsa. Oleh karena itu, karakter harus menjadi satu bagian dari etos yang selalu dibina bersama Pramuka. Menurutnya hari ini banyak sekali orang cerdas, orang terampil, tapi yang berkarakter dan punya etos baik imasih sangat terbatas. Untuk itu melalui gerakan Pramuka, bisa membangun karakter bangsa dengan berbagai macam cara, di antaranya  melatih disiplin dan tertib dari hal-hal yang kecil.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat dikukuhkan dan dilantik sebagai Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta 2025-2030

“Di Kota Yogyakarta karena masalah sampah masih menjadi bagian penting untuk kita gerakan bersama untuk kita bisa menyelesaikan. Kesadaran memilah sampah dan kita bisa melatih disiplin terhadap perilaku sehari-hari. Saya yakin melalui kepramukaan akan bisa melatih anak-anak didik untuk sedini dan dari awal kita berperilaku yang bertanggung jawab, cinta terhadap lingkungan dan cinta kepada sesama,” terangnya.
Pihaknya berharap Kwarcab Gerakan Pramuka  Kota Yogyakarta yang dipimpin oleh Heroe Poerwadi  akan semakin relevan dengan kebutuhan yang di masyarakat dan  memberikan dampak kepada  semua. Lembaga Pemeriksa Keuangan, Dewan Kehormatan dan Satuan Pengawas Internal Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Yogyakarta masa bakti 2025-2030 juga ikut dilantik dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY  GKR Hayu berharap pelantikan pengurus Mabicab dan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta bukan hanya sekadar tanda tangan di atas kertas. Tapi juga amanah untuk menjawab tantangan zaman. Pihaknya juga sepakat Pramuka harus bisa memberi contoh dan saling mengingatkan masyarakat terkait pengelolaan sampah.
“Kepada pengurus yang baru dilantik, selamat mengemban amanah. Mari kita bekerja dengan hati, bergerak dengan aksi,” papar GKR Hayu.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY GKR Hayu saat mengukuhkan dan melantik Pengurus Mabicab Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta 2025-2030.

Pihaknya berharap Kakak-kakak pengurus Pramuka bisa mendorong para adik-adik untuk memilih kegiatan Pramuka ini di sekolah. Untuk para orang tua agar mempercayai Gerakan Pramuka ini menjadi pilihan adik-adik dan mereka didukung pengembangan minat dan bakat, dukungan emosional.

“Terkait fenomena kenakalan remaja dan kejahatan jalanan, Pramuka ini menjadi benteng pertahanan. Jadi bagaimana kita mendorong adik-adik bukan hanya  inovatif, tapi juga kita di Kota Yogyakarta tetap memiliki jati diri  berbudaya yang luhur tapi berpikirannya global, bukan cuma jago kandang,” pungkas GKR Hayu.