Pidie,REDAKSI17.COM – TNI dari Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0102/Pidie mendistribusikan air bersih siap konsumsi ke sejumlah posko pengungsian warga dengan menggunakan mobil Water Treatment yang merupakan bantuan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Republik Indonesia. Mobil Water Treatment ini dioperasionalkan secara langsung oleh Babinsa jajaran Kodim 0102/Pidie untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi.
Seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Desa Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua, Selasa (6/1/2026).
Mobil Water Treatment tersebut aktif memproduksi dan menyalurkan air bersih layak konsumsi kepada warga pengungsi. Warga tampak antusias dan tertib mengantre untuk mendapatkan air bersih yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat pascabanjir yang secara rutin berkeliling dari satu posko pengungsian ke posko lainnya di wilayah terdampak banjir. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas kondisi pascabanjir yang menyebabkan sumber air bersih tercemar, sehingga masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air yang aman untuk dikonsumsi.
“Mobil Water Treatment ini merupakan bantuan dari Kemenko Polhukam untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih siap konsumsi bagi masyarakat terdampak banjir. Saat ini mobil tersebut rutin beroperasi dan berkeliling ke posko-posko pengungsian, dengan pengoperasian langsung oleh Babinsa Kodim 0102/Pidie,” ujar Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos.
Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana, mengingat air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan pengungsian.
Sementara itu, Sekretaris Desa Lueng Bimba, Imam Bussalim, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat dan TNI atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada warganya.
Pendistribusian air bersih dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mencegah munculnya berbagai penyakit akibat keterbatasan air bersih di lingkungan pengungsian, sehingga kondisi kesehatan warga tetap terjaga selama masa pemulihan pascabencana.





