Jakarta,REDAKSI17.COM – Sekretaris Majelis Syura DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Hanif Alatas mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (5/3) malam.
Kedatangannya untuk memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto dalam agenda diskusi dan silaturahmi hingga buka puasa bersama.
Habib Hanif hadir didampingi Sekretaris Umum DPP FPI untuk mewakili Habib Rizieq yang berhalangan hadir.
Dalam pertemuan tersebut, poin utama yang disoroti pihak FPI adalah keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) serta sikap pemerintah terhadap situasi di Iran dan Palestina.
Meskipun mengaku belum sempat berdiskusi secara lisan di forum, pihak FPI telah menyerahkan surat resmi kepada presiden melalui salah satu menteri. Inti isi dari surat tersebut adalah desakan agar Indonesia segera menarik diri dari keanggotaan BoP.
“Surat kami sampaikan, tadi juga kami sampaikan ke Presiden, bahwasanya kami tetap meminta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BoP. Kenapa? Kita percaya iktikad baik Presiden Republik Indonesia, tapi kita enggak percaya Amerika. Kita enggak percaya sama Israel,” kata dia kepada wartawan.
Ia menjelaskan, keraguan tersebut didasarkan pada sejarah panjang pengkhianatan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait.
Menurutnya, track record buruk Amerika Serikat dan Israel selama ini menjadi alasan kuat mengapa Indonesia harus segera mengambil jarak dan keluar dari organisasi tersebut.
“Nabi-nabi aja, para Rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuma kita manusia biasa. Jadi terlepas apa pun dari beliau sampaikan, kita sudah sampaikan ke Presiden tetap kita minta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BOP,” jelasnya.
Terkait desakan tersebut, presiden sempat memberikan respons mengenai posisi Indonesia. Kepala Negara menyatakan, langkah penarikan diri akan dilakukan jika keberadaan di BoP sudah tidak lagi membawa manfaat bagi perjuangan kemerdekaan Palestina maupun kepentingan nasional.
“Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, nggak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri,” ungkapnya.
FPI Minta Pemerintah Tunjukan Solidaritas ke Iran
Selain masalah BoP, Hanif membawa amanat dari Habib Rizieq agar Indonesia menunjukkan solidaritas lebih besar kepada Iran.
Ia meminta, Presiden menyampaikan bela sungkawa secara terbuka atas serangan yang menimpa kedaulatan negara sahabat tersebut, bukan hanya melalui perantara menteri.
“Ya jadi dan kita kira Iran butuh didukung dalam hal membela kedaulatannya. Dia sedang diserang, dia wilayah kedaulatannya ya sebagaimana kita pengen tidak ada penjajahan di atas muka bumi, saya rasa sikap Iran untuk membela kedaulatannya perlu untuk disupport,” ucapnya.
Terakhir, FPI memperingatkan pemerintah soal wacana pengiriman pasukan ke Gaza. Pihaknya sangat menolak jika tentara Indonesia berada di bawah komando Amerika Serikat yang berisiko berkonfrontasi dengan pejuang Palestina seperti Hamas di lapangan.
“Tapi kalau dikirim ke Gaza di bawah komando Amerika lalu melucuti senjata para pejuang di Gaza akhirnya konfrontasi, ini yang kami enggak mau,” pungkasnya.





