UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Kantor Wilayah DIY memastikan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat telah mencapai hampir 100 persen. Bantuan berupa beras dan minyak goreng tersebut didistribusikan ke 45 kelurahan dan dijadwalkan rampung hingga 9 April 2026.
Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, menjelaskan bahwa program bantuan pangan ini merupakan kegiatan rutin dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan Bulog sebagai penyedia komoditas.
“Penyaluran bantuan pangan ini memang rutin. Kami dari daerah memiliki peran dalam pemantauan dan pengujian kualitas beras serta minyak goreng, serta melakukan pendampingan penyaluran bersama Dinsosnakertrans,” jelas Ashardini saat ditemui di Kelurahan Muja Muju, Selasa (31/3).

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih saat diwawancarai, Selasa (31/3). 

Ia menambahkan, proses distribusi di lapangan melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang berkoordinasi dengan pihak kemantren dan kelurahan. Para petugas tersebut bertugas mengidentifikasi penerima berdasarkan data yang telah ditentukan pusat secara by name by address.
“Jadi data penerima sudah ditetapkan dari pusat. Petugas di lapangan hanya melakukan verifikasi langsung kepada penerima sesuai undangan yang dikirimkan,” ujarnya.
Tambahnya, program ini bersumber dari cadangan pangan pemerintah yang ditujukan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan.
Pihaknya mengungkapkan, alokasi bantuan diberikan pada bulan Februari dan Maret 2026, setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.  Dengan demikian, total yang diterima selama dua bulan mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per By name address.
Di Kota Yogyakarta sendiri, jumlah penerima bantuan pangan tercatat sebanyak 25.828 orang. Total penyaluran mencapai 258.280 kilogram beras dan 51.656 liter minyak goreng per bulan.

Suasana pemberian bantuan pangan di Kelurahan Muja Muju.

Ashardini menyebutkan, hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam proses penyaluran. Ketersediaan logistik dari Bulog terjaga dengan baik, distribusi berjalan lancar, dan masyarakat juga dinilai tertib dalam memenuhi persyaratan administrasi.
“Syaratnya cukup membawa KTP dan KK saat pengambilan. Selain itu juga dilakukan dokumentasi sebagai bukti penerimaan sesuai ketentuan dari pusat,” ungkapnya.
Jika terdapat penerima yang tidak dapat ditemukan atau telah meninggal dunia, mekanisme penggantian dilakukan berdasarkan daftar cadangan yang juga telah disiapkan oleh pemerintah pusat.
Penyaluran bantuan sebelum Idul Fitri telah dilaksanakan pada 16–17 Maret 2026 di Kemantren Kraton. Sementara itu, untuk wilayah kemantren lainnya dilakukan setelah Lebaran, mulai 25 Maret hingga 9 April 2026.

Salah satu penerima bantuan, Sehmiati, warga Miliran.

Salah satu penerima bantuan, Sehmiati, warga Miliran, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
Ia bersama suaminya mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. “Bersyukur dan terima kasih, kami merasa sangat diperhatikan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.