Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan, bagi aparatur negara, prajurit pengabdi bangsa, dan insan pelayanan publik, pesan Natal menjelma sebagai panggilan tugas untuk melanjutkan kasih Tuhan dalam ruang publik. Hal demikian disampaikan Sri Sultan dalam Perayaan Natal 2025 Umat Kristiani TNI, Polri, ASN, BUMN, dan BUMD di DIY yang digelar Jumat (09/10) malam, di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
“Dari sanalah kita memahami bahwa kasih sejati pada hakikatnya tidak memandang pangkat atau kewenangan. Ia adalah pelayanan penjagaan. Ia adalah tanggung jawab suci untuk melindungi, mengayomi, dan memajukan kehidupan manusia yang dipercayakan kepada manusia. Bukan sekadar menjalankan prosedur, melainkan menghadirkan rasa keadilan. Bukan sekadar membuat kebijakan, melainkan menitiskan empati. Bukan pula sekadar menyelesaikan tugas, melainkan menunjukkan kepedulian yang tulus,” ujar Sri Sultan.
Menurut Sri Sultan, kehadiran Tuhan dalam Natal seakan mengingatkan bahwa ia tidak selalu hadir dalam gemuruh kemegahan. Melainkan lebih sering menyapa dalam bisikan kasih yang sederhana, terpatri dalam kesetiaan yang dijalin hari demi hari, dan terpancar dalam tanggung jawab yang diangkat dengan bahu yang ikhlas.
Nilai tersebut pun dinilai selaras dengan kearifan laku hidup Jawa sebagaimana termaktub dalam Serat Piwulang Dalem karya Sri Sultan Hamengku Buwono I, yaitu “syarga marga saking Gusti“. Mengajarkan bahwa jalan menuju keselamatan dan kedamaian sejati, bersumber hanya dari Tuhan.
“Namun, manusia tidak boleh hanya menjadi penonton yang pasif. Ia dipanggil untuk “walĕs ing gawé”: membalas anugerah kasih ilahi itu melalui laku, melalui tindakan nyata. Membalas kasih Tuhan, berarti menjadi tanda kasih itu sendiri bagi sesama, seperti menjaga yang lemah, merawat yang terluka, dan memuliakan martabat setiap insan. Dengan demikian, kasih ilahi itu menuntut inkarnasi, harus menjelma dalam tangan, kaki, dan hati kita,” tutur Sri Sultan.
Oleh karena itu, Sri Sultan mengajak untuk menjadikan Natal ini, bukan sebagai perayaan yang berhenti di pintu gereja, atau ruang keluarga. Tetapi juga menjadikan Natal sebagai ruang refleksi batin, suatu tekad jiwa untuk menata ulang niat dan komitmen pengabdian.
“Agar setiap kewenangan yang diamanatkan, dijalankan dengan semangat “welas asih”, belas kasih yang aktif dan membangun. Agar setiap kebijakan yang dirumuskan, dilandasi oleh rasa tanggung jawab yang membumi, bukan oleh semata kuasa. Agar setiap langkah pengabdian, benar-benar menjadi saluran berkat, memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan oleh rakyat,” kata Sri Sultan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Panitia Natal DIY Tahun 2025 sekaligus Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU), Marsekal Muda TNI Donald Kasenda melaporkan, selain puncak acara perayaan Natal yang digelar malam ini, pihaknya juga telah melaksanakan dua kegiatan lain. Pertama, yakni kegiatan anjang kasih dan aksi sosial sebagai wujud cinta kasih terhadap sesama.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 28 November 2025 di 4 lokasi, yaitu Panti Asuhan Rumah Pengasuhan Anak Wiloso Projo, SD Kanisius Bandung I, Panti Rehabilitasi Pecandu Narkoba Elkana, dan Panti Jompo Wredha Mulya,” ucap Marsda Donald.
Selain itu, telah dilaksanakan pula kegiatan Sarasehan Pra Natal Panitia Natal DIY Tahun 2025. Acara ini digelar pada Jumat, 5 Desember 2025 bertempat di Gedung Sabang Merauke, Kompleks AAU.
Adapun, perayaan Natal 2025 Umat Kristiani TNI, Polri, ASN, BUMN, dan BUMD di DIY ini berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Perayaan Natal ini dimulai dengan penyalaan lilin oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hemengku Buwono X beserta jajaran diiringi lagu Malam Kudus.
Upacara penyalaan lilin dilaksanakan sebagai simbol kehadiran Allah Sang Terang di tengah para umat Kristiani. Juga, menjadi simbol manusia yang bersukacita menanggapi utusan Tuhan untuk turut serta menjadi terang bagi sesama. Perayaan Natal kali ini kian semarak, dimeriahkan oleh penampilan-penampilan dari GKJ Wonocatur, J.I. Worship, Immanuel Choir UKRIM, Pesparani AAU, Rampag Gendang AAU, Gita Bahana Nusantara, Sanggar Tari Shinta Art Dance, dan Brian Prasetyoadi & Riza Yudhistira.
Humas Pemda DIY




