
Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Badan Kerjasama Gereja-gereja Kristen (BKSGK) Kabupaten Kulon Progo menggelar Perayaan Natal bersama di Aula Adikarta, Senin (12/1/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan kerukunan antarumat beragama dan soliditas antar denominasi gereja di wilayah Kulon Progo.
Ketua BKSGK Kulon Progo, Pdt. Aris Kristian Widodo, S.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran perwakilan dari 31 jenis gereja yang tersebar di seluruh Kabupaten Kulon Progo. Beliau menekankan bahwa BKSGK merupakan wadah pemersatu yang mengedepankan sinergi dan kerjasama.
“Kehadiran saudara-saudara semua membawa sukacita dan berkat. Kita ada 31 jenis gereja di Kulon Progo, dan semuanya bersatu dalam BKSGK. Kami bersyukur ada hubungan yang baik dan saling bermitra antar-gereja,” ujar Pdt. Aris.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo atas dukungan yang diberikan demi kelancaran acara perayaan natal tersebut tersebut.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Bupati yang telah memberikan dukungan dana dan juga memfasilitasi acara ini (tempat), sehingga acara ini dapat berjalan lancar. Mari kita mengikuti acara Natal ini dengan penuh kebahagiaan Sukacita”, kata Pdt. Aris.
Senada dengan semangat persatuan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulon Progo, Surahmanto, menegaskan bahwa perbedaan adalah ketetapan Tuhan yang harus diterima dengan bijaksana.
“Kerukunan umat beragama di Kulon Progo adalah harga mati, tidak boleh ditawar-tawar lagi. Allah menciptakan kita berbeda-beda; dengan tujuan agar kita bisa menerima satu sama lain. Mari bersama FKUB kita galang persatuan umat,” tegas Surahmanto.
Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan arahan mengenai pentingnya memaknai keberagaman sebagai sebuah harmoni. Menurutnya, perbedaan justru harus menjadi kekuatan untuk saling mengisi dan mendukung.
“Kalau di Islam ada yang namanya Habluminannas, artinya sebagai sesama ciptaan Tuhan, wajib hukumnya bagi kita untuk bekerja sama dalam kebaikan. Jangan fokus pada bedanya, tapi satukan niat baiknya,” tutur Agung.
Beliau juga menambahkan bahwa kekuatan sejati diukur dari kesediaan pihak yang kuat untuk menopang mereka yang belum kuat. Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh jemaat yang hadir untuk terus bersinergi dan berdedikasi bagi daerah.
“Marilah kita saling menguatkan dengan satu ajakan: Jangan pernah lelah mencintai Kulon Progo”, tegas Agung.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh lintas agama, serta ratusan jemaat dari berbagai gereja di Kulon Progo. Perayaan ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian dan kesejahteraan masyarakat Kulon Progo di tahun 2026.



