
Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-79 pada Minggu, 1/2/2026. Dalam Momentum ini juga dilakukan penandatanganan Prasasti Blengketan oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, sebagai simbol pengingat peristiwa penggabungan wilayah yang terjadi pasca-kemerdekaan Indonesia.
Prasasti Blengketan tersebut mencatat sejarah penting yang terjadi pada Sabtu Wage, 1 Februari 1947 pukul 12.00 WIB. Kala itu, berdasarkan Maklumat No. 16 Daerah Istimewa Negara Republik Indonesia Yogyakarta Tahun 1946, Kelurahan Ngaliyan (No. 97) dan Kelurahan Ngargowahono (No. 98) resmi melebur menjadi satu kesatuan wilayah, yakni Kelurahan Ngargosari (No. 40).
Lurah Ngargosari, Kiswanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan luhur atas sejarah persatuan. Ia menceritakan bagaimana proses blengketan (penggabungan) tersebut berlangsung dengan penuh keikhlasan.
“Dari peristiwa ini, tidak hanya lahir tatanan pemerintahan baru, tetapi juga rasa untuk menyatu. Lurah Ngargowahono kala itu dengan legowo melepas jabatannya untuk menjadi Kamituwo, sementara Lurah Ngaliyan dipercaya memimpin Ngargosari. Ini adalah teladan bahwa perubahan jabatan dapat berjalan tenteram dan adil jika mengedepankan persaudaraan,” ujar Kiswanto.
Ia juga berpesan kepada jajaran pamong agar menjadikan pengabdian sebagai tempat meleburkan ego demi kebutuhan masyarakat, bukan tempat memamerkan kekuasaan.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Ngargosari atas inisiatif menjaga memori kolektif ini. Menurutnya, kegiatan pesta rakyat ini bisa memberikan pengaruh baik untuk daerah.
“Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sangat mendukung agar kegiatan ini dijadikan agenda tahunan. Selain memperkuat kerukunan, acara ini bisa menjadi ‘Pesta Rakyat’ yang meningkatkan daya tarik destinasi wisata di Ngargosari,” tutur Agung.
Setelah penandatangan prasasti blengketan, Kemudian acara dilanjutkan dengan pentas seni yang akan berlangsung sampai dengan tanggal 2 Februari 2026.


