NAGEKEO,REDAKSI17.COM – Penguatan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur masih menghadapi tantangan mendasar yakni keterbatasan akses bacaan dan budaya literasi yang belum tumbuh merata di desa.
Di sejumlah sekolah dasar (SD), koleksi buku nonteks masih minim. Padahal, bacaan di luar buku pelajaran berperan penting dalam memperluas wawasan dan membentuk cara berpikir siswa.
Awal 2026, anggota DPRD Nagekeo Kosmas Lawa Bagho mendorong pengembangan SDM melalui gerakan membaca di wilayah Rawe sa-Uluwena. Bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nagekeo, dia menyalurkan buku bacaan nonteks gratis untuk Taman Bacaan Masyarakat serta perpustakaan sekolah di Desa Nagerawe, Focolodorawe dan Alorawe, Kecamatan Boawae.
“Kepandaian sejati lahir dari kombinasi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibentuk melalui kebiasaan membaca,” kata Kosmas, Jumat (27/2/2026).
Sekretaris Komisi II DPRD Nagekeo itu menjelaskan, bantuan buku tersebut berasal dari Kementerian Pendidikan melalui Divisi Perbukuan Nasional. Sekolah penerima antara lain SDN Rawe II di Focolodorawe, SD Inpres Rawe di Nagerawe, dan SDI Alorawe.
Menurutnya, distribusi buku bukan sekadar menambah koleksi perpustakaan, melainkan bagian dari upaya membangun kebiasaan membaca sejak dini. Literasi dan numerasi harus diperkuat dari desa jika Nagekeo ingin meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
“Buku-buku ini membuka pikiran, membentuk keterampilan dan menumbuhkan karakter. Kami berharap masyarakat bisa berpikir lebih positif dan produktif,” tutur legislator Partai Perindo ini.
Program tersebut melanjutkan kolaborasi Rawe sa-Uluwena dengan Yayasan Litera ITB Bandung yang telah dirintis tahun lalu. Ke depan, gerakan membaca diharapkan tidak berhenti pada pembagian buku, tetapi berkembang menjadi komunitas belajar aktif dari tingkat desa hingga kecamatan.
Harapannya, dari kebiasaan sederhana membuka buku bisa lahir generasi Nagekeo yang lebih cerdas, berkarakter dan siap memimpin masa depan daerah.
“Hati nurani yang peduli dan berpihak pada pembangunan orang-orang kecil akan mendorong mereka bangkit dari keterpurukan menuju kesuksesan,” kata Kosmas.





