Home / Daerah / Perkuat Jaringan di Pulau Terluar, Divisi TIK Polri Tinjau Sarana Komunikasi di Berau

Perkuat Jaringan di Pulau Terluar, Divisi TIK Polri Tinjau Sarana Komunikasi di Berau

Main Image

Berau,REDAKSI17.COM – Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri melakukan survei sarana dan prasarana komunikasi di wilayah hukum Polres Berau, Polda Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya penguatan jaringan komunikasi di daerah perbatasan dan pulau terluar.

Survei dilaksanakan selama dua hari, Senin–Selasa, 26–27 Januari 2026, dengan menyasar Kecamatan Batu Putih, Kecamatan Biduk-Biduk, serta Polsek Tanjung Redeb.

Analis Kebijakan Divisi TIK Polri Kombes Pol Ir. Moch. Sjamsul Arief menjelaskan, survei bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur komunikasi guna mendukung kelancaran tugas kepolisian di wilayah dengan keterbatasan akses jaringan.

“Kami melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi site eksisting maupun lokasi yang direncanakan untuk mendukung sistem jaringan komunikasi kepolisian, khususnya di wilayah perbatasan,” ujar Sjamsul Arief.

Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan dari Div TIK Polri, Bid TIK Polda Kalimantan Timur, Polres Berau, jajaran polsek, serta pihak penyedia PT Trutama Star.

Berdasarkan hasil survei di Site Existing Batu Putih, tim merekomendasikan pemasangan satu unit repeater pada tower milik Telkomsel. Ruang pemasangan dinilai memadai, dengan rencana penempatan antena omni pada ketinggian 60–65 meter, serta pembangunan outdoor housing untuk mendukung jaringan komunikasi Polsek Talisayan dan Polsek Biduk-Biduk.

Sementara itu, hasil pengecekan di Site Tanjung Perepat menunjukkan lokasi tersebut terlalu dekat dengan Site Biduk-Biduk, sehingga diperlukan kajian lanjutan. Untuk Polsek Tanjung Redeb, tim mengusulkan pendirian tower milik Polri di sekitar eks ruang tahanan atau area lapangan voli guna memperkuat kemandirian jaringan komunikasi.

Kombes Sjamsul Arief juga mencatat sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian, antara lain kondisi tower yang kurang terawat, area sekitar yang ditumbuhi rumput liar, seringnya pemadaman listrik, serta perlunya memastikan kembali stabilitas operasional jaringan VPN.

“Seluruh temuan ini akan menjadi bahan evaluasi dan perencanaan lanjutan agar sistem komunikasi Polri di wilayah perbatasan dapat berfungsi optimal,” tegasnya.

Ia berharap hasil survei ini dapat segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan tugas kepolisian yang presisi, terutama di wilayah perbatasan dan pulau terluar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *