Gedongtengen,REDAKSI17.COM-Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara resmi membuka kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi Program Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Angkatan IX yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah PERPAMSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Ibis Styles Yogyakarta ini diikuti oleh 28 peserta yang merupakan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) se-DIY, Senin (6/4/2026).

Hasto menegaskan pentingnya penguatan kualitas SDM sebagai fondasi utama dalam meningkatkan pelayanan publik. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan air minum merupakan sektor vital yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga harus didukung oleh tenaga kerja yang kompeten dan profesional.

 

“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang pelayanan air minum, tetapi juga tentang bagaimana membangun sistem kerja yang efektif melalui SDM yang unggul. Pelatihan seperti ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” ujar Hasto.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan ke depan dalam pengelolaan air minum semakin kompleks, mulai dari keterbatasan sumber air baku hingga tuntutan pelayanan yang semakin tinggi dari masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM harus menjadi prioritas utama bagi seluruh instansi penyedia layanan air.

Caption: Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat memasangkan tanda pengenal kepada salah satu peserta tanda dibukanya pelatihan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah PERPAMSI DIY, Jumantoro, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas SDM di lingkungan PDAM.

Menurutnya, saat ini terdapat kesenjangan (gap) antara pegawai senior dan pegawai junior, baik dari segi pengalaman maupun kompetensi teknis. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini menjadi sangat penting untuk menjembatani kesenjangan tersebut sekaligus mempercepat proses transfer pengetahuan.

“Kami melihat adanya gap antara pegawai senior dan junior, sehingga pengembangan kapasitas harus terus dilakukan, khususnya bagi pegawai muda. Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka dapat lebih siap menghadapi tantangan kerja di lapangan,” jelas Jumantoro.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa selama dua hari pelatihan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi penting terkait pengelolaan institusi. Materi tersebut mencakup aspek-aspek strategis, mulai dari keterampilan teknis, kemampuan pemecahan masalah, hingga pemahaman terhadap standar kerja yang harus dipenuhi dalam industri penyediaan air minum.

Selain itu, pelatihan ini juga dirancang untuk meningkatkan kemampuan manajerial peserta dalam mengelola sumber daya manusia secara efektif, termasuk dalam hal perencanaan, pengorganisasian, hingga evaluasi kinerja.

Ia berharap dapat menghasilkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi dan inovasi dalam menghadapi dinamika perkembangan sektor pelayanan air minum.