Home / Nasional / Pertemuan Prabowo dan Tokoh Muslim di Istana: Ungkap Arah Kebijakan Luar Negerinya

Pertemuan Prabowo dan Tokoh Muslim di Istana: Ungkap Arah Kebijakan Luar Negerinya

Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto melakukan diskusi selama tiga jam bersama pimpiman ormas Islam, pimpinan pondok pesantren (ponpes), hingga tokoh agama lainnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026), di mana menjelaskan soal apa yang terjadi di dunia, khususnya konflik di Timur Tengah

“Dari diskusi tadi, intinya Bapak Presiden menjelaskan dua hal. Pertama masalah geopolitik dan geoekonomi secara global. Terutama yang menyangkut tentang krisis di Timur Tengah,” kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusron Wahid usai menghadiri pertemuan, Rabu malam.

Menurut dia, Prabowo secara khusus menyoroti konflik yang terjadi di Gaza, Palestina maupun serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Prabowo juga membeberkan dampak perang Iran terhadap Indonesia.

“Jangan sampai perang Iran berdampak terhadap krisis yang ada di sini, baik itu krisis pangan maupun krisis energi,” ujar Nusron.

Selain itu, kata dia, Prabowo menjelaskan alasan Indonesia masuk dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian serta kesepakatan tarif resiprokal (ART) dengan AS. Prabowo mengatakan perjanjian dagang tersebut sama-sama menguntungkan Indonesia dan AS.

“Semua udah dijelaskan sama Pak Presiden, yang intinya kebijakan itu adalah win-win solution. Karena Indonesia dianggap surplus 24 miliar US Dollar terhadap perdagangan dengan Amerika. Daripada kita kena tarif tinggi, kalau kita kena tarif tinggi 32 persen, berarti produk-produk Indonesia di Amerika lebih mahal 32 persen,” tuturnya.

“Karena itu supaya produk-produk Indonesia kompetitif di Amerika, itulah menjadi latar belakang kenapa Indonesia menerima Reciprocal Trade tersebut,” sambung Nusron.

Berharap Satu Barisan

Menteri Agraria dan Tata Ruang itu menuturkan para ulama dan pimpinan ormas Islam sepakat untuk menjalin komunikasi yang intensif dengan pemerintah. Mereka memahami sikap yang diambil Prabowo dalam menyikapi dinamika global.

“Dan kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan untuk bersama-sama memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah,” pungkas Nusron.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pimpinan ormas Islam, ulama, pendakwah, hingga pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam. Pertemuan tersebut dalam rangka diskusi dan silaturahmi dengan para tokoh agama Islam.

Berdasarkan foto yang diterima, Prabowo tiba di lokasi acara bersama Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar. Prabowo lantas menyalami para kiai, ulama, hingga pendakwah yang hadir.

Mereka di antaranya Pengasuh Ponpes Gontor KH Hasan Abdullah Sahal, Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri KH. Nurul Huda Djazuli, dan Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri, KH. Kafabihi Ali Mahrus.

Kemudian, pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman Miftah Maulana Habiburrohman (Gus Miftah), Ketua Presidium ICMI Ilham Akbar Habibie, hingga Pengasuh Pesantren Al Bahjah, Cirebon, Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya.

Selain itu, tampak pula beberapa pendakwah lain, seperti Muhammad Subki Al-Bughury, pendakwah Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh, Ketua Dewan Pembina Majelis Rosulullah Pusat, Nabil bin Fuad Al Musawa, hingga Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *